Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Peringatan Hari Kesehatan Mental Dunia, Seberapa Sadar Indonesia Akan Kesehatan Mental?

Magang • Kamis, 10 Oktober 2024 | 22:05 WIB
Ilustrasi kesehatan mental
Ilustrasi kesehatan mental

RadarJombang.id - Tanggal 10 Oktober diperingati sebagai Hari Kesehatan Mental Dunia.

Peringatan hari mental dunia ini, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai pentingnya kesehatan mental.

Namun, apakah Indonesia sudah cukup sadar akan isu kesehatan mental?

Masalah kesehatan mental di Indonesia semakin memprihatinkan.

Informasi terkini menunjukkan bahwa negara ini terus menghadapi krisis kesehatan mental yang mempengaruhi berbagai kelompok umur, termasuk anak-anak hingga dewasa.

Bahkan menurut laporan WHO berjudul "Addressing Mental Health in Indonesia," rasio psikiater dan psikolog per populasi sangat rendah, dengan kurang dari satu profesional untuk setiap warga.

Selain itu, hanya 2% dari total anggaran kesehatan yang dialokasikan untuk kesehatan mental.

Hal ini menjadikan kesehatan mental salah satu dari lima penyakit teratas yang dialami oleh individu, terutama di kalangan remaja dan dewasa muda.

Data keadaan kesehatan jiwa di Indonesia menunjukkan lebih dari 19 juta orang menderita gangguan jiwa, lebih dari 12 juta orang menderita depresi, dan data bunuh diri sekitar 1.800 orang setiap tahunnya.

Sedangkan akses terhadap perawatan kesehatan mental hanya 9% orang yang mengalami depresi bisa mendapatkan perawatan yang dibutuhkan.

Dengan demikian Indonesia masih belum memiliki strategi pencegahan bunuh diri, dan isu ini belum diintegrasikan ke dalam skema bantuan asuransi negara.

Menurut penelitian yang diterbitkan Kementerian Kesehatan, 1 dari 5 anak di Indonesia menderita gangguan jiwa.

Gangguan seperti kecemasan, depresi, dan gangguan stres pasca trauma menjadi lebih umum terjadi pada anak-anak, terutama karena parahnya pandemi COVID-19 yang lalu.

Lingkungan yang tidak mendukung, seperti perundungan di sekolah dan tekanan akademis, juga dapat memperburuk situasi.

Di sisi lain, dunia pekerja juga tidak luput dari masalah kesehatan mental.

Survei yang dilakukan oleh sejumlah organisasi menyebutkan bahwa 44% pekerja mengalami stres berat, yang berpotensi mengganggu produktivitas dan kesehatan fisik mereka.

Beban kerja yang berlebihan, ketidakpastian pekerjaan, dan kurangnya dukungan dari perusahaan menjadi faktor utama yang menyebabkan meningkatnya kasus gangguan mental di kalangan pekerja.

Keadaan kesehatan mental di Indonesia perlu diberi perhatian khusus. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret untuk mengintegrasikan kesehatan mental ke dalam program sosial dan kesehatan.

Peningkatan anggaran untuk kesehatan mental juga sangat diharapkan. Selain itu, membangun komunitas yang peduli dan saling mendukung dalam masalah kesehatan mental menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman di masyarakat.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan Indonesia dapat mengatasi darurat kesehatan mental yang masih melanda, menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung bagi semua lapisan masyarakat. (Marsya Firdha Arifiani)

Editor : Achmad RW
#dunia #Kesehatan mental #peringatan #hari