Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Momen Hari Batik Nasional: Mengenal Batik Parang, Batik Tertua di Indonesia

Magang • Rabu, 2 Oktober 2024 | 20:42 WIB
Batik parang dan sejarahnya di Indonesia
Batik parang dan sejarahnya di Indonesia

RadarJombang.id - Hari Batik Nasional yang diperingati setiap tanggal 2 Oktober merupakan peringatan untuk merayakan warisan budaya Indonesia.

Sebagai simbol budaya, batik tidak hanya memiliki nilai estetika, namun sarat akan filosofi dan makna yang mendalam.

Sejak tahun 2009, Batik telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and the Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO.

Hal ini menunjukkan bahwa batik adalah seni yang sangat penting bagi identitas nasional.

Menurut UNESCO, batik sangat merefleksikan tentang keberagaman budaya masyarakat Indonesia melalui motif batik yang cukup beragam.

Setiap corak batik di Indonesia mempunyai makna mendalam yang mencerminkan nilai-nilai kehidupan, adat istiadat sosial, dan kepercayaan masyarakat.

Salah satu motif batik yang paling populer adalah batik parang. Batik Parang juga merupakan motif batik tertua di Indonesia.

Parang berasal dari bahasa Jawa yang berarti lereng. Parang menunjukkan garis diagonal yang turun dari atas ke bawah.

Susunan motif S yang tidak terputus menandakan kesinambungan. Bentuk asli huruf S berasal dari gelombang laut yang menggambarkan semangat yang tak pernah padam.

Menurut Syafril Indra Kusuma, Parang berarti perang, para raja jawa dan kesatria jawa selalu memakai batik parang yang berarti perang melawan hawa nafsu nya setiap hari, terus menerus.

"Hanya para raja ksatria lah yang boleh pakai batik parang. itu sebagai agama nya, sebagai maujud ageman nya setiap hari, ucap tekat laku lampah," ungkapnya.

Adapun 8 motif Batik Parang di Indonesia, yaitu:

1. Parang Rusak – Motif batik ini terinspirasi dari deburan ombak yang tak kenal lelah menerpa karang pantai.

2. Parang Barong – Motif tersebut merupakan motif yang mempunyai ukuran lebih besar dari Parang Rusak yang diciptakan oleh Sultan Agung Mataram. Motif ini digunakan oleh raja sebagai busana resmi saat tampil di depan umum.

3. Parang Klitik – Motif ini merupakan pola parang dengan corak yang halus. Ukurannya juga lebih kecil dan juga menggambarkan image feminim.

4. Parang Slobog – Motif ini melambangkan keteguhan hati, ketelitian dan kesabaran, dan biasanya digunakan dalam upacara pengukuhan.

5. Parang Kusumo – Memiliki motif Parang yang berarti lereng dan Kusumo yang berarti bunga. Batik jenis ini dulunya hanya boleh dikenakan oleh keturunan raja-raja pada saat di keraton.

6. Parang Tuding – Motif ini memiliki arti simbol berupa jari telunjuk atau tengah menunjuk sesuatu.

7. Parang Pamor – Memiliki makna bahwa pemakainya diharapkan mengeluarkan aura yang memancar.

8. Parang Curigo – Berasal dari dua kata Parang artinya lereng dan Curigo yang merupakan nama lain dari bilah keris tanpa warangka.

Hari Batik Nasional bukan sekedar perayaan melainkan pengingat akan kekayaan dan nilai-nilai yang terdapat pada setiap motif batik, khususnya Batik Parang.

Dengan mengenakan batik, kita turut menghormati dan merayakan keberagaman serta filosofi yang membentuk masyarakat Indonesia.

Mari kita jaga dan lestarikan batik sebagai bagian penting dari warisan budaya bangsa. (Marsya Firdha Arifiani)

Editor : Achmad RW
#Tertua #batik #parang #Nasional #sejarah #hari #Indonesia