RadarJombang.id - Istilah parenting education atau ilmu pengasuhan yang harus dikuasai orang tua ketika berinteraksi dengan anaknya.
Keterampilan positif orang tua dalam mengasuh diharapkan dapat menjadi penyelesaian masalah yang kerap kali timbul di sela masa tumbuh kembang anak.
Parenting yang positif atau positive parenting akan berdampak baik pada sosio-emosional anak. Anak yang dapat mengendalikan emosional serta mental akan lebih mudah mencapai tujuan.
Bekal orang tua yang didapat saat parenting menyebabkan anak lebih percaya diri dan minim rasa takut.
Pemberian positive parenting dapat dilakukan perlahan seiring berkembangnya perilaku dan kemampuan anak merespon.
Berikut ini 7 tips positive parenting yang dapat orang tua lakukan di rumah:
1. Hindari membandingkan anak
Membandingkan anak yang dilakukan orang tua ketika berbicara baik dengan saudara sendiri maupun anak lain yang sebaya beralasan dapat membentuk keinginan untuk selalu kompetitif atau memicu anak untuk menjadi yang terbaik.
Tetapi membandingkan anak terus-menerus dapat membuat hilangnya kepercayaan diri yang berakibat semakin berkembangnya pandangan rendah terhadap kemampuan sendiri.
Anak dapat mencela dirinya bila tidak sesuai dengan keinginan atau harapan yang disebutkan orang tua.
Membandingkan anak dengan saudara sendiri juga dapat menciptakan rasa iri dan kompetitif berkepanjangan bahkan dapat mengarah pada kompetitif yang negatif.
Sebaliknya, orang tua harus meyakinkan anak bahwa mereka disayangi sama rata dan setiap anak memiliki kemampuannya masing-masing sehingga tidak ada perbandingan baik atau buruk
2. Memberi perhatian positif
Perhatian orang tua secara intens dapat diartikan sebagai bentuk kasih sayang. Perhatian cukup menghindarkan anak mencari perhatian dari hal lain yang cenderung negatif.
Merawat anak secara langsung seperti mengajak bermain dan komunikasi memicu anak untuk berkembang lebih baik.
Dalam hal ini, orang tua juga sekaligus dapat memberi contoh yang benar seperti dalam bertutur kata atau hal terkait sopan santun.
Orang tua juga bahkan perlu memuji anak bila ia mampu bersikap baik sebagai ungkapan kebanggaan.
Bila orang tua hanya fokus pada hal negatif anak sebagai alasan komunikasi seperti pemberian nasehat maka anak akan berpikir ia akan mendapat perhatian ketika melakukan hal buruk. Konsep demikian mengarah pada kekeliruan pengartian perilaku.
3. Ajarkan anak untuk mendengarkan
Mengajarkan anak untuk mau mendengarkan alih-alih hanya mau didengar tentu lebih baik. Hanya mau didengar menumbuhkan sikap menang sendiri atau keras kepala berlebih.
Terbiasa hanya mau didengar sebaliknya mengenyampingkan perkataan orang lain akan berdampak munculnya sikap egois.
Orang tua dapat memulai dengan memacu anak berbicara atau berbicara atau dengan kata lain orang tua memulai menjadi pendengar yang baik.
Setelahnya orang tua berganti peran dan anak mendengarkan. Mengulang hal ini sebagai salah satu bentuk interaksi akan memunculkan perasaan canggung pada anak bila ia terus berbicara tanpa mau mendengar orang lain sehingga anak otomatis memahami konsep timbal balik.
Saat berbicara, orang tua dapat mengawali dengan menyebut nama anak dan bertatapan mata.
4.Tidak memanjakan berlebihan
Ketika berusaha mengasuh dengan penuh kasih sayang, tidak jarang orang tua cenderung memanjakan anaknya. Cinta yang diberikan membuat orang tua terkadang sulit menolak anak akhirnya memunculkan sifat manja.
Meskipun berlaku sayang, orang tua hendaknya tetap memberikan batasan atas kemauan anak. Seperti contohnya harus tetap menolak ketika anak ingin tetap menonton tv di waktu tidur malam.
Anak biasanya akan menangis bila tidak dituruti dan ketika orang tua luluh maka perilaku itu menjadi kebiasaan buruk. Oleh karena itu, hendaknya anak diberikan penjelasan atau pengertian.
Ketika menjelaskan, orang tua tetap harus menggunakan tutur kata baik dan lembut bukan dengan marah-marah apalagi memukul. Berlaku tegas tidak sama dengan membentak dan memarahi.
5. Memberikan peraturan sederhana
Memberikan peraturan kepada anak sejak dini akan membentuk perilaku disiplin dan taat aturan. Aturan juga berperan dalam pengendalian diri.
Ketika menerapkan aturan, hendaknya orang tua juga menjelaskan alasan dibaliknya.
Orang tua berperan menjelaskan alasan alih-alih hanya menetapkan larangan atau batasan. Dengan penjelasan, anak lebih berpotensi melakukan melalui pemikiran yang dimiliki.
Peraturan sederhana yang diajarkan pada anak akan membuat mereka lebih mudah mengikuti peraturan lebih kompleks saat menginjak dewasa.
6. Melatih anak bersikap mandiri
Mengajarkan tentang kemandirian diartikan sebagai salah satu upaya orang tua memberikan kesempatan, apresiasi, dan kepercayaan pada anak.
Berlaku mandiri mendorong lebih cepat tumbuh kembang kognitif dan motorik anak. Orang tua dapat mendidik dengan kegiatan sederhana seperti merapikan mainan dan menentukan pakaian yang akan dikenakan.
Ketika anak belajar, orang tua tentu harus bersikap tenang. Orang tua juga perlu mengetahui tentang pengendalian diri. Pada percobaan pertama, anak sebaiknya didampingi dan diberi contoh.
Memberikan tuntutan terlalu keras membuat anak dapat kurang bisa memahami kewajibannya, sebaliknya mereka akan melakukan hanya karena terpaksa atau takut.
Saat anak berhasil, orang tua juga dapat memberikan apresiasi berupa pujian atau hadiah.
7) Membacakan buku dongeng
Membacakan buku dongeng pada anak sebelum tidur sebagai rutinitas harian berpotensi menjadikan membaca sebagai kebiasaan positif bagi anak ketika mereka berlanjut tumbuh dewasa.
Dongeng juga menjadi alternatif pengajaran dengan metode menyenangkan.
Membacakan dongeng melatih anak menjadi pendengar yang baik, meningkatkan daya ingat dan konsentrasi serta membentuk penguasaan bahasa.
Itulah beberapa tips parenting yang dapat diterapkan orang tua dalam mengasuh anak.
Memiliki anak yang pintar dan berhasil dalam cita-citanya merupakan keinginan setiap orang tua, oleh karena itulah sedari kecil anak perlu dituntun dan dididik dengan baik bukan sebaliknya hanya memberikan tuntutan.
Saat menerapkan pola asuh, orang tua hendaknya menyesuaikan bentuk asuhan dengan usia anak. (Rediva Novalisty)
Editor : Achmad RW