Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Marak Kasus Bullying di Lingkungan Pendidikan, Begini Pentingnya Peran Orang Tua dalam Menyikapinya

Magang • Kamis, 19 September 2024 | 00:43 WIB
Ilustrasi hubungan ibu dan anak
Ilustrasi hubungan ibu dan anak

RadarJombang.id - Media sosial belakangan ini sedang ramai memberitakan kasus bullying di lingkungan pendidikan terutama di tingkat Sekolah Dasar (SD).

Perilaku yang dilakukan siswa atau anak kerap kali bahkan mengancam nyawa korbannya.

Oleh karena itu, banyak masyarakat yang berkomentar bullying dapat disejajarkan dengan perilaku kriminalitas sejak dini.

Seperti contohnya kasus bullying dialami siswi kelas 4 SD asal Kota Bekasi yang dipaksa teman sekelas untuk memakan roti dengan isi tusuk gigi.

Video yang beredar di media sosial diunggah oleh perawat yang membantu mengeluarkan tusuk gigi.

Perawat tersebut menambahkan keterangan bahwa tusuk gigi plastik hampir masuk ke tenggorokan sang siswi dengan posisi melintang.

Masyarakat ramai memberikan tanggapan bahwa hal yang dilakukan tersebut sebagai salah satu bentuk upaya pembunuhan dan tidak bisa dibiarkan meskipun pelakunya adalah anak-anak.

Berdasarkan kasus-kasus bullying yang terjadi, membuat peran dan bentuk didikan orang tua menjadi sangat pentiing.

Didikan orang tua sebagai sumber pertama yang diterima anak berperan besar membentuk karakter dan perilaku.

Karakter anak yang ditunjukkan melalui caranya merespon lingkungan menunjukkan seberapa kuat pengaruh orang tua.

Bullying dapat disebut bentuk pendidikan karakter yang gagal.

Lantas, sebagai orang tua hal apa saja atau bentuk pendidikan karakter seperti apa yang dapat diberikan kepada anak untuk menghindari terjadinya perilaku tindak kekerasan seperti bullying?

1. Menjadi role model bagi anak

Anak merupakan peniru yang ulung. Anak dapat mengingat dan mencontoh perilaku dan perkataan orang sekitarnya dengan sangat mudah.

Oleh karena itulah, orang tua hendaknya menjadi teladan yang baik bagi anaknya. Orang tua menunjukkan hal yang yang boleh dan tidak dilakukan maupun perkataan yang pantas tidak diucapkan.

Sebagai contoh, orang tua dapat menunjukkan cara berteman dan membangun hubungan positif dengan teman. Kebersamaan antara orang tua dan anak juga sebagai kesempatan penanaman nilai moral.

2. Menyempatkan waktu kebersamaan bersama anak

Memiliki kedekatan dengan anak menjadikan terciptanya rasa nyaman dan percaya terhadap orang tua sehingga memudahkan pemberian pendidikan karakter.

Sering melakukan komunikasi dua arah dengan tatapan maupun sentuhan langsung atau melibatkan anak dalam aktivitas keluarga bersama akan mengembangkan soft skill dan hard skill.

Terlebih komunikasi baik menjadikan anak terbuka bercerita kepada orang tua tentang hal yang dialami.

Sebaliknya, minimnya hubungan sosial dengan orang tua menjadikan anak merasa tidak diperhatikan sehingga mereka menarik perhatian orang lain baik teman maupun guru di sekolah melalui cara berbuat keributan atau nakal.

3. Menegur dengan baik alih-alih memberi hukuman

Anak tentu akan membuat kesalahan dalam proses berkembangnya. Kesalahan juga dapat berasal dari sikap mencontoh yang tidak sempurna.

Menghukum anak dengan tindakan berlebihan hanya akan memberikan rasa takut, pada akhirnya anak melakukan hal sama pada orang sekitarnya.

Lebih baik memberikan teguran dengan tutur kata baik sekaligus menunjukkan konsekuensi bila anak berperilaku buruk.

Selanjutnya orang tua memberikan penguatan dengan memberikan contoh perilaku benar yang seharusnya dilakukan.

4. Membentuk kepercayaan diri anak terhadap lingkungan

Peran keempat berkaitan dengan reaksi anak apabila menjumpai perilaku bullying.

Memberikan motivasi dan penguatan anak terhadap kepercayaan diri menjadi kunci yang dapat mencegah bullying berkepanjangan.

Motivasi akan memberikan anak kekuatan untuk melawan berdasarkan penghargaan terhadap dirinya.

Anak tidak perlu takut dan perlu melawan bila memang tidak melakukan hal buruk atau suatu kesalahan.

Ditambah orang tua juga mengajarkan anak tentang batasan, bila masalah tidak bisa diatasi sendiri hendaknya anak meminta bantuan kepada guru di sekolah.

Membiasakan anak untuk memilih teman berkarakter baik akan menjauhkan dari pengaruh menyimpang.

Memiliki lingkungan pergaulan positif membantu pengembangan pendidikan karakter.

5. Mengajarkan anak perlunya memiliki rasa bersalah

Memiliki rasa bersalah membuat anak lebih paham tentang perasaan orang di sekitarnya.

Ketika anak berbuat salah, mengajarkan untuk meminta maaf tanpa merasa malu atau takut akan menghindarkan munculnya sifat sombong dan egois.

Meminta maaf merupakan bentuk hal positif bukan sebagai tanda kekalahan atau kepribadian yang lemah. Justru meminta maaf berperan menjaga hubungan baik anak dengan lingkungannya.

Berperan dengan baik sebagai orang tua dalam penanaman pendidikan karakter akan menjadikan anak memiliki bekal dan pengetahuan positif ketika berhubungan dan berinteraksi secara sosial.

Keluarga merupakan lingkungan terkecil yang berpengaruh bagi anak dalam merespon lingkungan masyarakat yang dihadapi.

Menjadi contoh sekaligus kawan bagi anak memberikan rasa nyaman dan aman sehingga kasus bullying dapat diminimalkan. (Rediva Novalisty)

Editor : Achmad RW
#bullying #orang tua #Menyikapi #peran