RadarJombang.id - Cuaca panas yang melanda berbagai wilayah di Indonesia khususnya peningkatan suhu di Pulau Jawa telah terjadi semenjak bulan Juli.
Meningkatnya suhu udara sejalan datangnya musim kemarau yang mencapai puncak pada bulan Agustus.
BMKG Jawa Timur mengimbau masyarakat untuk bersiap terhadap dampak cuaca panas maupun musim kemarau seperti kebakaran lahan, kekeringan, dan kekurangan air bersih.
Salah satu yang perlu diwaspadai yakni munculnya berbagai penyakit akibat cuaca panas.
Cuaca panas cenderung mengurangi kekebalan atau imun tubuh karena meningkatnya suhu dan berkurangnya cairan.
Berikut ini Gangguan kesehatan yang bisa muncul seiring cuaca panas:
1. Dehidrasi
Cuaca panas menyebabkan meningkatnya suhu tubuh yang memicu keluarnya cairan atau mineral berlebihan.
Berkurangnya cairan dalam tubuh memicu terjadinya dehidrasi.
Dehidrasi berkepanjangan menimbulkan penyakit serius lainnya seperti sembelit dan terganggunya kinerja jantung.
Dehidrasi dapat dihindari dengan mengonsumsi cukup air dan buah-buah yang memiliki kadar air atau elektrolit tinggi.
Seperti semangka, jeruk, dan kelapa. Menjaga tubuh terhidrasi akan memperlancar kinerja organ dalam tubuh.
2. Sakit Kepala
Munculnya sakit kepala akibat cuaca panas berkaitan dengan gejala dehidrasi.
Dilansir dari hellosehat.com, ketika tubuh mengalami dehidrasi maka akan terjadi respon pengecilan pembuluh darah untuk mempertahankan cairan termasuk pula pembuluh darah ke kepala.
Akhirnya sakit kepala yang intens atau berkelanjutan dapat terjadi. Sakit kepala juga terkadang diikuti perasaan ingin mual.
3) Gangguan Pernapasan dan Batuk
Gangguan pernapasan seperti ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) akibat cuaca panas terjadi diakibatkan menurunnya kelembapan udara.
Suhu udara menyebabkan virus dan bakteri berkembang dengan mudah.
Saluran pernafasan yang tidak dapat berfungsi secara optimal menyebabkan batuk.
Dilansir dari antaranews.com, batuk menjadi bentuk pertahanan tubuh akibat infeksi dan peradangan.
Oleh karena itulah, batuk terkadang disertai lendir. Ketika cuaca panas, alangkah baiknya menggunakan masker untuk menghindari masuknya kuman dan debu yang mengganggu sistem pernafasan.
4. Heat Exhaustion
Heat exhaustion atau kelelahan tubuh secara berlebihan disebabkan ketidakmampuan tubuh dalam menurunkan suhu tinggi.
Terus berada dalam lingkungan bersuhu tinggi memicu terjadinya heat exhaustion.
Gejala yang ditimbulkan sama dengan kondisi dehidrasi akibat kurangnya cairan atau mineral tubuh.
Akibatnya, muncul sakit kepala, merasa linglung, dan jantung yang berdetak lebih cepat.
Bila heat exhaustion tidak segera diatasi akan memicu kondisi lebih fatal seperti heat stroke atau serangan panas.
Serangan panas yang berlangsung cepat mengakibatkan tubuh kesulitan mengatur suhu normal.
5. Iritasi Kulit
Iritasi kulit yang sering terjadi akibat cuaca panas yakni biang keringat.
Biang keringat disebabkan keluarnya keringat dalam tubuh yang tersumbat kotoran, bakteri, maupun kulit mati.
Keringat yang tidak dapat dikeluarkan melalui tubuh akan meradang dan terjadi benjolan-benjolan kecil.
Sinar UV dari sengatan matahari berlebihan akan menyebabkan kulit memerah atau sunburn. Kulit merah biasanya diiringi dengan kulit terasa gatal.
Serangan cuaca panas dapat diantisipasi dengan tidak sering menghabiskan waktu di luar ruangan pada jam-jam sinar matahari menyengat.
Cara yang lain bisa dilakukan dengan memakai pakaian longgar dan tidak berlapis, serta sering minum air putih.
Suhu tubuh dapat diatur dengan mengonsumsi makanan mengandung mineral, antibakteri, dan vitamin seperti buah-buahan.
Saat keluar ruangan juga dianjurkan memakai tabir surya untuk mencegah iritasi dan kulit terbakar. (Rediva Novalisty)
Editor : Achmad RW