Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Beberapa Contoh Puisi Karya Tokoh Legendaris yang Bertema Kemerdekaan dan Nasionalisme

Magang • Jumat, 2 Agustus 2024 | 00:21 WIB
Ilustrasi Puisi
Ilustrasi Puisi

RadarJombang.id - Mendekati momen HUT kemerdekaan ke-79 Indonesia, banyak sekali perayaan-perayaan yang bernuansa nasionalis dengan mengadakan kegiatan-kegiatan kenegaraan.

Merayakan kemerdekaan juga bisa dilakukan melalui pembacaan puisi-puisi bertema nasionalisme.

Dengan puisi bertema kemerdekaan yang bertujuan untuk menggugah semangat nasionalisme.

Berikut rekomendasi puisi karya tokoh legendaris dengan nuansa kemerdekaan:

Prajurit Jaga Malam
karya: Chairil Anwar

Waktu jalan...
Aku tidak tahu apa nasib waktu
Pemuda-pemuda yang lincah yang tua tua keras, bermata tajam
Mimpinya kemerdekaan bintang-bintangnya kepastian
Ada di sisiku selama menjaga daerah mati ini
Aku suka pada mereka yang berani hidup
Aku suka pada mereka yang masuk menemu malam
Malam yang berwangi mimpi, terlucut debu
Waktu jalan...
Aku tidak tahu apa nasib waktu!

Baca Juga: 20 Contoh Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan Bahasa Indonesia Terbaru

Gerilya
karya: W. S. Rendra

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling di jalan

Angin tergantung
terkecap pahitnya tembakau
bendungan keluh dan bencana

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Dengan tujuh lubang pelor
diketuk gerbang langit
dan menyala mentari muda
melepas kesumatnya

Gadis berjalan di subuh merah
dengan sayur-mayur di punggung
melihatnya pertama

Ia beri jeritan manis
dan duka daun wortel

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Orang-orang kampung mengenalnya
anak janda berambut ombak
ditimba air bergantang-gantang
disiram atas tubuhnya

Tubuh biru
tatapan mata biru
lelaki berguling dijalan

Lewat gardu Belanda dengan berani
berlindung warna malam
sendiri masuk kota
ingin ikut ngubur ibunya

Baca Juga: 20 Contoh Ucapan Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadan Bahasa Indonesia Terbaru

Gugur
karya: W. S. Rendra

Ia merangkak
diatas bumi yang dicintainya
tiada kuasa lagi menegak
telah ia lepaskan dengan gemilang
pelor terakhir dari bedilnya
ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak
diatas bumi yang dicintainya
Ia sudah tua
luka-luka dibadannya

Bagai harimau tua
susah payah maut menjeratnya
matanya bagai saga
menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu
lima pemuda mengangkatnya
diantaranya anaknya
Ia menolak
dan tetap merangkak
menuju kota kesayangannya

Ia merangkak
diatas bumi yang dicintainya
belum lagi selusin tindak
maut pun menghadangnya
ketika anaknya memegang tangannya
Ia berkata :

"Yang berasal dari tanah
kembali rebah pada tanah,
dan akupun berasal dari tanah
tanah ambarawa yang kucinta
kita bukanlah anak jadah
kerna kita punya bumi kecintaan.
bumi yang menyusui kita
dengan mata airnya.

Bumi kita adalah tempat pautan yang sah
bumi kita adalah kehormatan
bumi kita adalah jua dari jiwa
ia adalah bumi nenek moyang
ia adalah bumi waris yang sekarang
ia adalah bumi waris yang akan datang."

Hari pun berangkat malam
bumi berpeluh dan terbakar
kerna api menyala di kota ambarawa

Orang tua itu kembali berkata:
"Lihatlah, hari telah fajar!
wahai bumi yang indah
kita akan berpelukan buat selama-lamanya!
nanti sekali waktu
seorang cucuku
akan menancapkan bajak
di bumi tempatku berkubur
kemudian akan ditanamnya benih
dan tumbuh dengan subur
Maka ia pun berkata:
"Alangkah gemburnya tanah disini!"

Hari pun lengkap malam
ketika menutup matanya

Diponegoro
karya: Chairil Anwar

Di masa pembangunan ini
tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.
Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.
MAJU

Ini barisan tak bergenderang-berpalu
Kepercayaan tanda menyerbu.
Sekali berarti
Sudah itu mati.

MAJU
Bagimu Negeri
Menyediakan api.
Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditindas
Sesungguhnya jalan ajal baru tercapai
Jika hidup harus merasai

Maju
Serbu
Serang
Terjang

Pejuang Kemerdekaan
karya: Rahmy Ardhy

Merah darahmu menggelora
Semangat juangmu membara
Tak pernah padam
Meski harus berkorban nyawa
Meski harus menderita

Kau telah memperjuangkan
Kemerdekaan Indonesia
Dengan perkasa
Dengan susah payah
Tanpa keluh kesah

Tak akan kami sia-siakan hasil
Perjuanganmu
Akan kami isi dengan membangun negeri
Agar Indonesia semakin mandiri.

Menatap Merah Putih
oleh: Sapardi Djoko Damono

Menatap merah putih melambai dan menari-nari di angkasa
Kibarannya telah banyak menelan korban nyawa dan harta benda

Berkibarnya merah putih yang menjulang tinggi di angkasa
Selalu teriring senandung lagu Indonesia Raya

dan tetesan air mata
dulu, ketika masa perjuangan pergerakan kemerdekaan

untuk mengibarkan merah putih
harus diawali dengan pertumpahan darah

pejuang yang tak pernah merasa lelah
untuk berteriak: Merdeka!

Menatap merah putih adalah perlawanan melawan angkara murka
membinasakan penidas dari negeri tercinta indonesia

Menatap merah putih adalah bergolaknya darah
demi membela kebenaran dan azasi manusia

menumpas segala penjajahan
di atas bumi pertiwi

Menatap merah putih adalah kebebasan
yang musti dijaga dan dibela

kibarannya di angkasa raya
Berkibarlah terus merah putihku
dalam kemenangan dan kedamaian

Baca Juga: Pemerintah Luncurkan Logo Resmi HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia, Temanya 'Nusantara Baru Indonesia Maju'

Indonesiaku
karya: Gufron Nawawi

Indonesiaku
Hari ini ulang tahunmu
Aku sangat bersukacita
Aku sangat gembira
Aku tak peduli tentang keadaanmu saat ini
Aku tak peduli tentang kesedihanmu hari ini
Aku tak peduli tentang korupsi para pejabat, narkotika, dan sebagainya
Aku tak peduli tentang apapun yang terjadi padamu
Bukan karena aku tak sayang
Tapi aku hanya ingin merayakan hari ini bersamamu
Hari yang sakral 17 Agustus 1945
Kau merdeka!

Baca Juga: Terlihat Simpel, Ternyata Ini Makna Logo HUT ke-79 Kemerdekaan Indonesia yang Baru Dilaunching Pemerintah

Atas Kemerdekaan
karya: Sapardi Djoko Damono

Kita berkata: jadilah
dan kemerdekaan pun jadilah bagai laut

di atasnya: langit dan badai tak henti-henti
di tepinya cakrawala

Terjerat juga akhirnya
kita, kemudian adalah sibuk

mengusut rahasia angka-angka
sebelum Hari yang ketujuh tiba

Sebelum kita ciptakan pula Firdaus
dari segenap mimpi kita

sementara seekor ular melilit pohon itu:
inilah kemerdekaan itu, nikmatkanlah.

itulah beberapa contoh puisi dari tokoh legendaris yang bertema kemerdekaan. Semoga bermanfaat. (mg5/riz)

Editor : Achmad RW
#contoh #kemerdekaan #puisi #nasionalisme