Advertorial Berita Daerah Desa Kita Event Hiburan Hukum International Kota Santri Masa Lampau Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politik & Pemerintahan Ragam Teknologi Tokoh Travel Wanita Wonderland Wonosalam

Ini Tanda dan Ciri-ciri Baby Blues dan Depresi Postpartum, yang Disebut Melatari Kasus Polwan Bakar Suami di Mojokerto

Achmad RW • Selasa, 11 Juni 2024 | 13:03 WIB
Ilustrasi ibu dan bayi. begini cara mengenali gejala baby blues dan depresi postpartum
Ilustrasi ibu dan bayi. begini cara mengenali gejala baby blues dan depresi postpartum

RadarJombang.id - Kasus polwan bakar suami di Mojokerto yang melibatkan Briptu Fadilatun Nikmah alias Briptu FN dan Briptu Rian Dwi Wicaksono alias Briptu RDW disebut berkaitan dengan baby blues dan depresi Postpartum.

Kedua hal itu, memang akrab terjadi pada seorang ibu yang baru melahirkan.

Kelahiran anak baru, bagi ibu juga membawa banyak perubahan, tidak hanya secara fisik tetapi juga emosional.

Dua kondisi yang sering dialami oleh ibu baru adalah baby blues dan depresi postpartum.

Meskipun keduanya melibatkan perubahan suasana hati setelah melahirkan, ada perbedaan penting antara keduanya.

Gejala Baby Blues Syndrome: 

Penyebab baby blues syndrome sebenarnya belum diketahui secara pasti.

Namun, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan perubahan kadar hormon setelah ibu melahirkan.

Selain perubahan hormon, berbagai perubahan yang terjadi setelah melahirkan mulai dari perubahan rutinitas, jadwal tidur, hingga tanggung jawab baru sebagai seorang ibu diyakini dapat memicu ibu mengalami baby blues syndrome.

Baby blues syndrome umumnya muncul 2–3 hari setelah ibu melahirkan dan bisa berlangsung hingga 2 minggu.

Gejalanya pada setiap ibu berbeda-beda, tetapi yang paling umum terjadi meliputi:

1. Mood swing
2. Mudah menangis dan tersinggung
3. Insomnia
4. Perasaan tidak ada ikatan dengan buah hati
5. Rasa kehilangan kebebasan saat sebelum melahirkan, misalnya bebas bepergian dengan teman

Gejala Depresi Postpartum:

Jika baby blues  tidak kunjung membaik setelah 2 minggu, hal itu ternyata bisa mengarah kepada depresi pascamelahirkan atau Depresi Postpartum.

Sebenarnya, depresi pascamelahirkan dan baby blues syndrome memiliki gejala yang sama.

Namun, depresi ppostpartum ini bisa bertahan lebih lama, bahkan hingga 1 tahun.

Yang lebih berbahaya, kasus ini membuat gejala yang dialami bisa mengganggu kehidupan, bahkan tumbuh kembang buah hati.

Kasus depresi pascamelahirkan yang berat bisa menyebabkan terjadinya psikosis postpartum.

Kondisi ini jarang terjadi, tapi memerlukan penanganan yang serius karena penderitanya bisa mengalami halusinasi dan delusi yang membahayakan bayi dan dirinya sendiri.

Beberapa tanda ini bisa dikenali jika anda mengalai gejara Depresi Postpartum:

1. Perasaan putus asa
2. kehilangan minat atau kesenangan dalam hampir semua aktivitas
3. Perubahan berat badan yang signifikan
4. Insomnia atau hipersomnia
5. Kelelahan atau kehilangan energi
6. Perasaan tidak berharga atau bersalah yang berlebihan, dan pikiran tentang kematian atau bunuh diri.

Cara Membantu gejala Baby Blues dan Depresi Postpartum pada ibu baru:

Membantu ibu baru yang mengalami depresi postpartum adalah tindakan yang sangat berarti.

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk memberikan dukungan:

 

1. Dengarkan Tanpa Menghakimi

 Terkadang, yang dibutuhkan adalah seseorang yang bisa mendengarkan tanpa menghakimi atau memberikan solusi cepat.

Jadilah pendengar yang baik dan berikan ruang bagi mereka untuk berbicara tentang perasaan mereka.

2. Berikan Dukungan Emosional

Tunjukkan empati dan pengertian. Katakan bahwa anda ada untuk mereka dan bahwa mereka tidak sendirian dalam menghadapi ini.

3. Bantu dengan Tugas Sehari-hari

Depresi postpartum bisa membuat tugas-tugas sehari-hari terasa sangat berat.

Menawarkan bantuan dengan pekerjaan rumah atau merawat bayi bisa sangat membantu.

4. Dorong untuk Mencari Bantuan Profesional

Meskipun dukungan dari keluarga dan teman sangat penting, bantuan profesional seperti konseling atau terapi bisa sangat efektif dalam mengatasi depresi postpartum.

5. Berikan Informasi

Bantu mereka mendapatkan informasi tentang depresi postpartum dan sumber daya yang tersedia, seperti grup dukungan atau layanan konseling.

 

6. Jaga Kesehatan Fisik

Dorong mereka untuk menjaga kesehatan fisik, seperti makan makanan bergizi, berolahraga ringan, dan mendapatkan cukup tidur.

Ingatlah bahwa setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda, jadi penting untuk berkomunikasi dan menyesuaikan dukungan Anda sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kesehatan mental adalah hal yang serius, dan dengan dukungan yang tepat, ibu dengan depresi postpartum dapat pulih dan menikmati masa-masa indah bersama bayi mereka. (riz)

 

Editor : Achmad RW
#Mojokerto #Jombang #polwan bakar suami #Depresi Postpartum #baby blues