RADAR JOMBANG - Telur adalah makan sehari hari warga Indonesia dan memiliki protein yang sangat tinggi.
Telur bisa dikonsumsi dengan berbagai varian seperti telor dadar, ceplok atau mata sapi.
Namun tahukah anda, telur setengah matang dan matang itu memiliki dampak yang sangat berbeda pada dalam tubuh?
Dikutip dari jawapos.com, ternyata kandungan telur setengah matang lebih membahayakan dari pada telur yang matang.
Hal itu karena telur setengah matang mempunyai bakteri salmonella sejenis bakteri yang berbahaya dalam kandungan telur.
Secara medis, telur matang lebih sehat dibandingkan dengan telur setengah matang karena tidak terkontaminasi oleh bakteri
Telur yang matang bisa membunuh patogen yang terkandung di telur. Patogen adalah inang bakteri yang bisa membahayakan tubuh
Dan bagaimana cara membunuh bakteri salmonella? Ya itu Dengan melalui proses merebus dan menggoreng.
Karena salmonella tidak bisa bertahan dalam suhu yang tinggi atau panas.
Salmonella, juga adalah salah satu penyebab diare,kram perut, gangguan pencernaan, keracunan makanan.
Karenanya, bagi ibu hamil, bayi, balita, lansia,dan orang yang kekurangan imun tubuh tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi telur setengah matang.
Baca Juga: Mitos-Mitos Hujan di Berbagai Budaya Dunia: Dari Rahmat Hingga Air Mata Dewa
Dilansir dari laman CDC beberapa cara agar untuk mengurangi bakteri salmonella:
1.Gunakan telur yang dipasteurisasi
telur pasteurisasi adalah telur yang sudah di sterilisasi dengan cara memanaskan telur pada Suhu 68 - 72 derajat
2.Jangan memakan telur yang mentah
Karena telur mentah banyak mengandung bakteri salmonella, maka mengkonsumsi telur yang sudah dipanaskan atau dimasak akan lebih aman bagi tubuh kita.
3.Jangan membeli telur yang sudah rusak atau retak
Karena rusaknya telur disebabkan oleh bakteri salmonella di dalam telur. Selain itu, retakan dan pecahnya telur bisa juga jadi pintu masuk bakteri masuk ke dalamnya. (mg2/riz)
Editor : Achmad RW