1. Makam Sentono Keras
Makam ini, terletak di Desa Keras, Kecamatan Diwek. Tak seperti makam pada umumnya di Jawa yang membujur utara ke selatan. Enam makam di lokasi ini justru membujur timur ke barat. Konon, makam tersebut dijaga sosok jin yang suka menggangu warga sekitar.
Enam makam 'aneh' itu, berada di dalam pagar yang tingginya kurang lebih setengah meter. Di pintu masuk terdapat patung burung elang berwarna emas. Diatas makam juga terdapat payung berwarna biru dan kuning. Di lokasi makam juga terdapat musala. Meski terdapat sosok jin pengganggu tak jarang warga yang datang untuk berziarah.
Sumiatun juru kunci makam Sentono menceritakan, makam ini merupakan makam tertua di Desa Keras. Makam ini merupakan makam dari pembabat desa yang bernama mbah Soni. ”Mbah Soni ini asalnya dari Blitar. Tidak tahu alasannya kenapa akhirnya ke Keras dan menjadi pembabat alas di Keras,” bebernya.
Sumiatun berujar, tempat ini benar-benar sangat mistis. Karena penunggu disini sangat suka mengganggu warga. Terlebih lagi, orang yang mempunyai niatan tidak baik. ”Banyak yang dijumpai sosok orang bertubuh besar seperti jin. Banyak juga warga yang kerasukan,” katanya.
2. Makam Keramat Banyuarang
Pemakaman di Dusun Banyuarang, Desa Banyuarang, Kecamatan, Ngoro mempunyai sederet kisah mistis. Bahkan, makam yang diyakini merupakan makam salah satu keturunan dari Jaka Tingkir atau biasa disebut Sultan Hadiwijaya sering muncul penampakan.
Kepala Desa Banyuarang, Achmad Ansori Wijaya, mengatakan jika makam yang ada di Desanya memang dikenal keramat. “Dulu kalau ada burung yang terbang diatas makam, banyak yang mati secara mendadak. Makanya makam ini dianggap keramat,” ungkap Wijaya.
Tak hanya itu, dikatakan Wijaya jika banyak sekali cerita yang beredar di masyarakat tentang kesakralan makam mbah kyai Muhtar, yang merupakan keturunan dari Sultan Hadiwijaya tersebut. Ia menyebut, di makam itu, banyak sekali warga yang mendapatkan benda bertuah. “Bahkan, walaupun sudah era modern, masih banyak warga yang menemukan benda-benda pusaka. Tapi kebanyakan setelah diambil dibawa pulang itu diminta dikembalikan,” bebernya.
3. Bong Cino Denanyar
Kompleks makam china atau yang sering disebut Bong Cino berada di Desa Denanyar, Kecamatan Jombang menyimpan banyak misteri. Salah satunya sering munculnya penampakan sosok pocong atau kutilanak. "Kalau disini (Bong Cino, Red) memang banyak sekali misterinya," ujar Sujono salah satu penunggu makam.
Ia mengaku, tak jarang menjumpai sosok pocong dan kuntilanak saat berjaga pada malam hari. "Ya hampir setiap malam itu itu dijumpai tapi seringnya itu pocongan," katanya.
Memang saat memasuki area pemakaman kesan mistis sangat terasa. Tak heran selain sosok pocong dan kuntilanak yang sering menampakan diri ada juga sosok macan putih. "Sering juga ada macan putih yang menampakan diri," katanya.
4. Makam Den Ayu Padar
Tempat pemakaman umum (TPU) di Dusun Padar, Desa Kesamben, Kecamatan Ngoro juga dianggap sebagai salah satu makam angker dengan banyak cerita mistis. Di makam tersebut, ada sebuah makam kuno yang dipercaya sebagai makam Den Ayu Putri trah Majapahit.
Dari makam yang sudah ada sejak zaman dulu ini, diceritakan sering muncul sosok putri cantik yang naik kereta kencana. Makam Den Ayu Putri terletak di tengah-tengah makam umum warga setempat. Ada sebuah batu petilasan di tengah makam.
Sejak dulu, makam ini terawat karena pada malam-malam tertentu banyak warga dari luar Jombang yang berziarah. “Orang sini menyebut makam Den Ayu Putri,’’ ujar Suliadi, Kasun Padar Lor Kepada Jawa Pos Radar Jombang kemarin.
Ia menceritakan, dari cerita orang tua zaman dulu, Den Ayu Putri adalah seorang putri kerajaan Majapahit. Dilokasi itu, Den Ayu putri pernah menjalin kasih asmara dengan Ki Ageng Padar. ”Disitu kemudian ada makam Den Ayu Putri, sedangkan Ki Ageng Padar dijadikan nama dusun ini, yakni Dusun Padar,’’ papar dia.
5. Makam Medeleg
Keangkeran makam yang satu ini, memang sudah tersohor. Tempat pemakaman umum yang berada di Dusun Medeleg, Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang terkenal keangkerannya. Banyak cerita mistis yang menyelimuti pemakaman tersebut.
Supono juru kunci makam Medeleg mengatakan, makam ini sebenarnya makam biasa seperti pada umumnya. Hanya saja, di tengah pemakaman terdapat sumuran yang dipercaya dipergunakan Ki Ageng Gedhe Medeleg untuk bertapa. "Jadi di tengah makam itu tempat pertapaan," katanya.
Bangunan sumuran itu seperti bangunan yang berupa tatanan bata merah kuno yang ditata melingkar tanpa direkatkan dengan semen. Tempat tersebut dipagar dan diberi atap terbuat dari seng.
Supono mengaku, makam ini ditunggu oleh Ki Ageng Gedhe Medeleg, sosok ini biasanya menampakan diri dengan wujud pira besar dan berjubah. Terkadang juga menampilkan wujud berupa macam putih. (yan/riz) Editor : Achmad RW