JOMBANG – Tingginya kunjungan ke RSUD Jombang membuat kantong parkir rumah sakit tak mampu menampung seluruh kendaraan.
Seperti terlihat Senin (5/10) siang, deretan mobil dan sepeda motor pengunjung rumah sakit memenuhi bahu jalan KH Wahid Hasyim bahkan sampai ke Jl Setiabudi.
Sebagian titik trotoar juga dimanfaatkan untuk area parkir.
Kantong parkir di area RSUD terlihat penuh.
Sejumlah juru parkir terlihat sibuk mengatur posisi kendaraan.
Baca Juga: Dipatok Rp 7,1 Juta, Empat Penawar Berebut Kelola Parkir RTH Kebonrojo Jombang
Bahkan, beberapa sepeda motor yang sudah terparkir harus ditata ulang untuk memberi ruang kendaraan lain yang datang. Kondisi ini membuat kawasan depan rumah sakit terlihat semakin padat dan semrawut.
Mamat, salah satu keluarga pasien RSUD Jombang asal Kecamatan Ngoro, mengatakan area parkir di dalam rumah sakit kerap penuh.
Karena itu, dia memilih memarkir kendaraan di tepi jalan. ”Penuh, kadang desak-desakan. Pilih di pinggir jalan sini saja, tidak ribet,” katanya.
Mamat mengaku tidak setiap hari datang ke rumah sakit.
Namun, saat mengantar keluarga untuk pemeriksaan, dirinya lebih sering memilih parkir di luar area rumah sakit. ”Soalnya parkir di dalam juga sering penuh, jadi kadang sampai susah keluar-masuknya,” imbuhnya.
Terpisah, Anam, salah satu juru parkir di Jalan KH Wahid Hasyim, menyebut tidak seluruh kendaraan di tepi jalan merupakan pengunjung RSUD. Sebagian pengendara datang untuk keperluan lain.
”Tidak semua kendaraan yang parkir di tepi jalan ini mereka ke rumah sakit. Terkadang ada yang ke warung, parkirnya juga di sini,” ujarnya.
Untuk kendaraan pasien dan keluarga pasien, mayoritas digunakan untuk pemeriksaan di poli. Setelah selesai, kendaraan biasanya langsung meninggalkan lokasi. ”Biasanya mereka yang ke rumah sakit itu periksa ke poli-poli saja, mereka parkir di sini dan tidak lama,” tuturnya.
Baca Juga: Parkir RSUD Jombang Membeludak, Direktur: Kunjungan Capai 1.700 Pasien
Menurut Anam, kepadatan paling tinggi terjadi setiap Senin. Kondisinya berbeda dibanding hari lainnya. ”Biasanya itu yang ramai Senin. Di luar itu tidak seramai ini,” katanya.
Dia menduga kepadatan terjadi karena area parkir di dalam rumah sakit sudah penuh.
Kendaraan kemudian beralih ke tepi jalan hingga sebagian meluber ke trotoar. ”Mungkin di dalam sudah penuh. Lalu ditutup, akhirnya banyak yang parkir di tepi jalan.
Karena di sini juga banyak, akhirnya ada yang di trotoar,” ujarnya.
Limpahan kendaraan juga terlihat di Jl Dr Setiabudi atau sisi selatan Kantor Perum Perhutani KPH Jombang.
Sejumlah kendaraan berderet di tepi jalan, mayoritas mobil siaga desa. Deretan itu turut menambah kepadatan kawasan sekitar RSUD Jombang.
Terpisah, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang Sugianto melalui Kabid Pengendalian Operasional dan Perparkiran Bambang Tedjoatmoko menyebut kepadatan parkir RSUD Jombang sudah ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan.
Menurutnya, lonjakan kendaraan paling terasa setiap Senin seiring meningkatnya kunjungan masyarakat ke poli.
Dishub sebelumnya telah menyurati pihak rumah sakit agar kendaraan karyawan tidak bercampur dengan pasien. Karyawan diharapkan menggunakan kantong parkir yang disediakan.
Aturan itu sempat berjalan tertib dua bulan, namun kembali kacau setelah kapasitas parkir berkurang akibat proyek pembangunan di sisi selatan.
”Dari pihak rumah sakit menyampaikan, ada pembangunan sehingga kantong parkir di selatan atau belakang berkurang,” jelas Bambang. Akibatnya, sebagian kendaraan karyawan ikut parkir di depan, menambah sesak area.
Tedjo menegaskan, parkir di tepi jalan memang kantong resmi, tetapi kapasitasnya terbatas hanya satu saf hingga ke arah selatan.
”Catatan Dishub menunjukkan, kendaraan meluber terutama setiap Senin. Sementara Sabtu dan Minggu poli libur sehingga kawasan RSUD relatif lengang,” tegasnya. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto