Saat ngaji usai salat Duhur di Masjid Agung Junnatul Fuadah, Polres Jombang, Senin (28/9), pengasuh PP Hidayatul Quran, Sentul, Tembelang, KH Yusuf Hidayat Alhafiz, menjelaskan keutamaan amal tersembunyi.
’’Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata; Sepatutnya seorang yang berilmu memiliki amal saleh yang dirahasiakan antara dirinya dengan Allah Ta’ala. Sebab, segala sesuatu yang tampak di hadapan manusia, baik berupa ilmu maupun amal, sedikit manfaatnya di akhirat.
Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang: Jujur dan Tidak Mengkhianati Hati Nurani
Rasulullah Muhammad sallallahu alaihi wa sallam bersabda; Sesungguhnya sedekah secara rahasia bisa meredam murka Rabb (Allah) Tabaroka wa Ta'ala.
Nabi juga bersabda; Ada tujuh golongan yang Allah beri naungan pada hari ketika tidak ada naungan kecuali naungan-Nya. Di antaranya, seseorang yang bersedekah lalu menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan tangan kanannya. Serta seseorang yang mengingat Allah dalam kesendirian lalu kedua matanya berlinang.
Para sahabat banyak yang memiliki amal tersembunyi. Abu Bakar Ash-Shiddiq radiyallahu ‘anhu rutin memberi bantuan kepada seorang perempuan tua yang miskin secara rahasia. Abu Bakar menyiapkan makanan, minuman, membersihkan tempat tinggalnya dan melayaninya.
Suatu ketika seorang pencari hadis datang kepada Imam Ahmad. Ketika malam, Imam Ahmad menyediakan air untuk wudu. Menjelang Subuh, beliau mendapati orang tersebut masih tidur sementara air wudunya tetap berada di tempatnya.
Imam Ahmad kemudian menegurnya karena datang untuk mencari ilmu hadis, tetapi tidak memperhatikan tahajud. Pelajarannya; ilmu yang tampak di siang hari harus ditopang ibadah yang tersembunyi pada malam hari.
Setelah Imam Al-Junaid wafat, ada orang yang menjumpainya di mimpi. Imam Junaid ditanya, apa yang bermanfaat baginya?
Imam Junaid menjawab; Tidak ada yang memberi manfaat kepada kami kecuali beberapa rakaat yang dahulu kami kerjakan pada waktu sahur.
Baca Juga: Binrohtal di Polres Jombang, KH Miftahul Huda: Berjuang Sesuai Kemampuan
Abu Hazim rahimahullah berkata; Sembunyikan kebaikanmu lebih kuat daripada engkau menyembunyikan keburukanmu.
Ketika sebuah amal diketahui orang, hati bisa merasa senang karena pujian. Karena itu, seseorang membutuhkan amal yang tidak diketahui siapa pun sebagai latihan keikhlasan.
Wahb bin Munabbih berkata; Dengan ilmu lahirmu, engkau telah memperoleh kedudukan dan kemuliaan di tengah manusia. Maka carilah dengan amal batinmu kedudukan dan kedekatan di sisi Allah Ta’ala.
Nabi bersabda; Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan saudaranya adalah doa yang mustajab (dikabulkan). Di dekat kepalanya ada malaikat yang ditugaskan. Setiap kali ia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat tersebut berkata: 'Amin, dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan (kebaikan yang sama)
Baca Juga: Binrohtal Polres Jombang: Jujur dan Tidak Mengkhianati Hati Nurani
Bagi seorang guru, ada doa yang tidak pernah diceritakan kepada muridnya.
Bagi orang kaya, ada sedekah yang tidak diketahui siapa pun.
Bagi seorang santri, ada tahajud yang tidak pernah diceritakan.
Bagi seorang pendakwah, ada ibadah malam yang tidak pernah masuk dalam cerita.
Bagi siapa pun, ada satu amal yang ketika seluruh manusia tidak mengetahui, Allah tetap mengetahuinya.
Sebab pada akhirnya, yang kita cari bukanlah agar manusia mengetahui kebaikan kita.
Yang kita cari ialah agar Allah Ta’ala menerima amal kita. (jif/naz)
Editor : Anggi Fridianto