Jombang Darurat Karhutla, BPBD Catat Sehari Sampai Lima Kebakaran

Achmad RW • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 07:11 WIB
DIEVAKUASI: Petugas Damkar BPBD Jombang melakukan penanganan kebakaran di sejumlah titik, Jumat (25/9).
DIEVAKUASI: Petugas Damkar BPBD Jombang melakukan penanganan kebakaran di sejumlah titik, Jumat (25/9).

 

JOMBANG – Ancaman kebakaran lahan meningkat di tengah musim kemarau.

Dalam sehari, Jumat (25/9), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jombang mencatat lima kejadian kebakaran yang tersebar di Kecamatan. Sehari sebelumnya, api membakar kawasan hutan Petak 80 A1 di Dusun Blimbing, Desa Karangan, Kecamatan Bareng, Kamis (24/9).

 Api membakar sekitar 1,5 hektare kawasan hutan sebelum berhasil dipadamkan petugas.

Kepala Pelaksana BPBD Jombang Wiku Birawa Felipe Dias Quintas mengatakan, kebakaran hutan tersebut pertama kali diketahui warga yang melihat kobaran api. Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi kobaran api justru semakin membesar. ”Warga sempat berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya, tetapi api semakin membesar,” ujarnya.

Kebakaran kemudian dilaporkan ke Pos Damkar Ngoro. Petugas menerjunkan satu unit fire pumper truck, satu unit supply truck, dan satu unit Hilux dari Pusdalops BPBD Jombang menuju lokasi. ”Tim langsung kami kerahkan setelah menerima laporan untuk mencegah api semakin meluas,” kata Wiku.

Baca Juga: SMPN 2 Perak Jombang Terbakar, Ruang BK dan Perpustakaan Ludes

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.25 dan langsung melakukan pemadaman. Setelah kobaran api berhasil dikendalikan, petugas melanjutkan dengan pembasahan di area yang terbakar.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 15.15 WIB. ”Setelah api benar-benar padam dan kondisi lokasi dinyatakan aman, tim menyelesaikan penanganan,” terang Wiku.

Akibat kebakaran tersebut, sekitar 1,5 hektare kawasan hutan terdampak. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

”Untuk korban jiwa nihil. Sementara penyebab kebakaran masih dalam penelusuran,” pungkas Wiku.

Sementara itu, lima kebakaran lahan yang terjadi Jumat (25/9) berlangsung sejak pagi hingga siang. Kejadian pertama terjadi di Dusun Kayen, Desa Kayangan, Kecamatan Diwek, sekitar pukul 09.34. Api membakar lahan seluas sekitar 1.400 meter persegi.

Kebakaran diduga dipicu aktivitas warga yang membakar sampah di dekat rumpun bambu. Angin kencang membuat percikan api dengan cepat menjalar hingga membakar sampah dan rumpun bambu.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung melaporkannya ke Pos Damkar Jombang. Satu unit fire pumper truck bersama tim kemudian diberangkatkan ke lokasi.

Petugas tiba sekitar pukul 09.45 dan langsung melakukan pemadaman serta pembasahan. Penanganan selesai sekitar pukul 11.05 dan api berhasil dipadamkan.

 ”Kami himbau masyarakat jangan suka membakar lahan,” ujar Wiku.

Menurutnya, kebiasaan membakar lahan sangat berbahaya, terutama saat kondisi kemarau disertai angin kencang. Api dapat dengan cepat merambat ke vegetasi kering di sekitarnya. ”Ini sangat berbahaya, apalagi di musim kemarau disertai angin kencang seperti ini,” sambungnya.

Empat kejadian lainnya terjadi dalam waktu berdekatan. Kebakaran lahan dilaporkan di Dusun Sedamar, Desa Talun Kidul, Kecamatan Sumobito, sekitar pukul 10.55.

Kemudian kebakaran lahan terjadi di Desa Sumbermulyo, Kecamatan Jogoroto, sekitar pukul 11.43. Selanjutnya, sekitar pukul 12.20, kebakaran dilaporkan terjadi di Dusun Ngrowo, Desa Gambiran, Kecamatan Mojoagung. Petugas pemadam kebakaran dari sejumlah pos langsung dikerahkan untuk menangani setiap laporan. Pos Damkar Jombang menangani kejadian di wilayah Diwek, sedangkan kejadian lainnya ditangani tim dari pos pemadam kebakaran terdekat. (ang/riz/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
jombang darurat BPBD Jombang Jombang kebakaran karhutla