JOMBANG – Pemkab Jombang terus mengebut realisasi Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru (WUB) tahun anggaran 2026.
Program yang menjadi salah satu janji politik Bupati Jombang Warsubi dan Wabup Salmanudin Yazid tersebut menyasar 302 desa dan 1.210 dusun di seluruh Kabupaten Jombang.
Bupati Jombang Warsubi mengatakan, program WUB diarahkan untuk mengembangkan potensi lokal sekaligus meningkatkan kapasitas masyarakat di masing-masing dusun.
”Kami terus mengakselerasi Program 1 Dusun 1 Wirausaha Baru tahun anggaran 2026 yang menjangkau 302 desa dan 1.210 dusun di seluruh Kabupaten Jombang,” ujarnya di Pendopo Kabupaten Jombang, Rabu (23/9).
Program tersebut dibagi dalam empat klaster potensi lokal. Yakni pertanian yang menyasar 382 dusun, peternakan 216 dusun, usaha mikro 277 dusun, serta perikanan sebanyak 335 dusun. Untuk menyiapkan sumber daya manusia sesuai bidang yang dikembangkan, program ini melibatkan 3.630 penerima manfaat. Setiap dusun memiliki tiga calon wirausahawan yang menjadi penerima manfaat.
Baca Juga: Bupati Warsubi Buka Popkab 2026, Diikuti 3.403 Siswa SMP
Warsubi menyebut, hingga kini 1.020 dusun telah menyelesaikan pelatihan keterampilan. Tahapan tersebut menjadi bagian penting sebelum penerima manfaat menjalankan usaha dan mengembangkan produk sesuai potensi wilayah masing-masing.
”Hingga saat ini, sebanyak 1.020 dusun telah menyelesaikan pelatihan keterampilan.
Pelatihan tersebut menjadi salah satu tahapan penting sebelum penerima manfaat menjalankan usaha dan mengembangkan produk sesuai potensi masing-masing wilayah,” tambahnya.
Selain pelatihan, Pemkab Jombang juga mempercepat pengadaan sarana dan prasarana melalui Bantuan Keuangan (BK) Desa. Dari total 1.210 dusun sasaran, sebanyak 398 dusun atau sekitar 32,9 persen telah merealisasikan bantuan.
Pendampingan teknis juga terus dilakukan perangkat daerah terkait. Di antaranya Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan.
”Pendampingan diarahkan untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan siap mengikuti tahap kurasi. Produk yang dikembangkan cukup beragam, mulai olahan keripik, makanan basah dan kering, hingga hasil budidaya,’’ pungkasnya. (ang/naz)
Editor : Anggi Fridianto