Proyek RTH Ngoro Minus 3 Persen, DLH Jombang Minta Pelaksana Kebut Pekerjaan

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Jumat, 25 September 2026 | 07:54 WIB
DIKEBUT: Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ngoro di Kecamatan Ngoro terus berjalan meski diterpa keterlambatan deviasi minus 3 persen, Rabu (23/9).
DIKEBUT: Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ngoro di Kecamatan Ngoro terus berjalan meski diterpa keterlambatan deviasi minus 3 persen, Rabu (23/9).

 

JOMBANG – Pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) di Kecamatan Ngoro senilai Rp 2,4 miliar mengalami deviasi minus 3 persen dari target.

Hingga Minggu (20/9), progres pekerjaan baru mencapai sekitar 62 persen. 

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang mendorong pelaksana mengebut pekerjaan agar jangan sampai molor.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang Miftahul Ulum mengungkapkan, berdasarkan laporan per Minggu (20/9), progres fisik proyek baru menyentuh 62 persen.

 Capaian tersebut berada di bawah target perencanaan.

Baca Juga: Tetap Sepi, Pemkab Jombang Bakal Bikin RTH di Pasar Ngrawan

”Pekerjaan memang minus 3 persen. Kami berharap manajemen proyek segera disempurnakan agar deviasi ini bisa ditekan dan kembali sesuai target kontrak,” tegas Ulum.

Hal senada disampaikan Kabid Pengelolaan Sampah dan RTH DLH Jombang Menis Agus Muttaqin. Pihaknya memastikan bakal terus mengawal dan mendorong pelaksana di lapangan agar mengejar keterlambatan tersebut.

 ”Kami pastikan pekerjaan dikebut sesuai timeline. Masa kontrak berakhir November mendatang, jadi harus tuntas tepat waktu,” pungkas Menis.

Proyek RTH Ngoro dikerjakan CV Mubarok dengan konsultan pengawas CV Persada Consultant.

 Paket yang bersumber dari APBD 2026 itu memiliki nilai kontrak sekitar Rp 2,4 miliar dengan masa pelaksanaan 150 hari kalender sejak kontrak diteken pada 23 Juni lalu. (ang/naz)

Editor : Anggi Fridianto
rth ngoro Proyek Jombang minus DLH Jombang