Upaya Perkuat Sinergitas, Pemkab Jombang Bekali Pilar Sosial dan Sekolah Rakyat lewat Sambung Roso

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 17:02 WIB
SINERGI: Bupati Jombang Warsubi membuka agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial bersama Bupati Jombang di Hotel Yusro, Selasa (22/9).
SINERGI: Bupati Jombang Warsubi membuka agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial bersama Bupati Jombang di Hotel Yusro, Selasa (22/9).

 

JOMBANG - Pemkab Jombang melalui Dinas Sosial komitmen mendukung program pemerintah pusat. Salah satunya, melalui agenda Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial bersama Bupati Jombang di Hotel Yusro, Selasa (22/9).

 

AGENDA Peningkatan Kapasitas SDM PKH dan Sapa Pilar Sosial bersama Bupati Jombang di Hotel Yusro, Selasa (22/9), berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi Bupati Jombang Warsubi bersama para pilar sosial untuk menyatukan langkah dalam mengawal masa depan anak-anak Jombang melalui program Sekolah Rakyat.

Lewat sesi dialog interaktif bertajuk “Sambung Roso bareng Abah Bupati Jombang”, Warsubi mengajak para pilar sosial ikut mengawal pengembangan Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.

Sekolah Rakyat yang melayani jenjang SD, SMP, hingga SMA tersebut menjadi salah satu upaya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Penjangkauannya juga menyasar anak-anak yang tinggal di pelosok desa hingga kawasan pinggiran hutan dan rentan putus sekolah.

Warsubi menegaskan, Pemkab Jombang berkomitmen mendukung program strategis nasional tersebut.

 

Menurut dia, Sekolah Rakyat memberikan kesempatan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pendidikan sekaligus pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

 

 ”Program ini menjadi angin segar bagi masyarakat kurang mampu. Kebutuhan siswa, mulai sarana dan prasarana belajar hingga makan tiga kali sehari, dijamin oleh negara,” ujar Warsubi.

Baca Juga: Limbah Tahu Menumpuk di Sungai Rejoagung Jombang, Begini Langkah Pemkab

Saat ini, sebanyak 270 siswa menempuh pendidikan di SR permanen. Ditambah 100 siswa dari SR rintisan, total terdapat 370 siswa yang mengikuti kegiatan belajar sekaligus menempati fasilitas asrama.

Menurut Warsubi, ketepatan sasaran penerima manfaat menjadi perhatian penting. Verifikasi dilakukan dengan melihat kondisi ekonomi keluarga dan menyasar kelompok dengan tingkat kesejahteraan terendah.

Proses penjangkauan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai Sekretaris Daerah Jombang, Dinas Sosial, camat hingga pilar sosial seperti PKH, TKSK, dan Tagana. Mereka turun langsung ke lapangan untuk menemukan anak-anak yang membutuhkan akses pendidikan.

Peran pilar sosial tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan program menyentuh anak-anak yang benar-benar membutuhkan.

 Karena itu, Warsubi mengajak seluruh pihak menjaga komitmen membuka akses pendidikan dan memberikan pendampingan kepada anak-anak Jombang.

”Pendidikan adalah senjata paling mematikan di dunia, karena dengan pendidikan, Anda dapat mengubah dunia.

Mari kita terus jaga komitmen untuk membuka akses pendidikan dan memberikan pendampingan terbaik bagi anak-anak Jombang,” tegas Warsubi mengutip pesan Nelson Mandela.

Di forum tersebut, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Jombang Agung Hariadi turut memaparkan pengalaman penjangkauan dan berbagai tantangan yang ditemui di lapangan. Paparan tersebut mengangkat tema “Dari Lapangan, Menjadi Kebijakan”.

Baca Juga: Limbah Tahu Menumpuk di Sungai Rejoagung Jombang, Begini Langkah Pemkab

Sementara Direktur Linjamsos Kemensos RI Helmy dan Noefi Apriyaningrum membahas penguatan perlindungan sosial hingga tingkat desa melalui tema “Ketika Negara Hadir Sampai ke Pelosok”.

Momen haru juga hadir lewat pementasan fragmen “Mimpi yang Berani” oleh siswa SRT 1 Jombang. Para siswa membacakan puisi yang menggambarkan perubahan hidup dan harapan mereka setelah mendapatkan kesempatan menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.

Bagi Pemkab Jombang, keberadaan Sekolah Rakyat tidak hanya berkaitan dengan pendidikan. Pendampingan sosial dan penguatan peran pilar sosial juga menjadi bagian penting agar anak-anak dari keluarga rentan tetap mendapatkan hak pendidikan dan memiliki kesempatan meraih masa depan.

Dalam kesempatan itu, Warsubi juga memberikan penghargaan kepada para SDM pilar sosial atas dedikasi dan pengabdian mereka di tengah masyarakat. (naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
sambung roso pilar sosial Bupati Jombang Jombang Pemkab Jombang