JOMBANG - Proyek pembangunan SMP Unggulan Al Ittihad, Desa Rejoselamet, Kecamatan Mojowarno, senilai Rp 2 miliar dari APBN, jadi perhatian Komisi C DPRD Jombang. Sidak Senin (21/9) menemukan progres pekerjaan masih jauh dari target, padahal masa pengerjaan tinggal sebulan.
Ketua Komisi C DPRD Jombang, M. Zahrul Jihad, mengaku khawatir proyek tidak rampung sesuai jadwal. “Waktunya tinggal sekitar satu bulan, tetapi dari pantauan kami pekerjaan masih terlihat jauh dari selesai,” ujarnya.
Pihak pekerja menyebut progres sudah 70 persen. Namun, Zahrul menilai capaian itu belum tampak di lapangan. ”Tadi pekerja menyampaikan sudah 70 persen. Tetapi kalau melihat kondisi fisiknya, sepertinya belum sampai segitu,” ungkapnya.
Komisi C juga menyoroti papan informasi proyek yang belum terpasang saat sidak. ”Yang jadi perhatian juga, papan informasi proyek belum dipasang. Setelah kami tanyakan tadi, baru kemudian dipasang,” kata Zahrul.
Selain progres, dewan menekankan perlunya penjelasan detail penggunaan anggaran Rp 2 miliar. ”Kami juga belum tahu secara detail anggaran Rp 2 miliar itu untuk pembangunan gedung sekolah atau fasilitas lainnya. Ini yang akan kami minta penjelasan,” tegasnya.
Baca Juga: 36 SDN di Jombang Digelontor Rp 31,8 Miliar Untuk Revitalisasi Gedung Sekolah, Simak Rinciannya
Anggota Komisi C, Syaifullah, menambahkan kondisi fisik bangunan membuat pihaknya ragu kontraktor mampu menyelesaikan pekerjaan sesuai tenggat. ”Kalau melihat kondisi bangunannya, sepertinya tidak selesai. Informasinya berakhir 28 Oktober, tetapi pekerjaan yang terlihat masih sekitar 50 persen-an,” ujarnya.
Komisi C berencana memanggil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang untuk membahas proyek ini sekaligus puluhan proyek revitalisasi sekolah lain. ”Intinya semua akan kami minta penjelasan,” tandas Syaifullah.
Sementara itu, Hidayat, mandor proyek, membantah kekhawatiran dewan. Ia menegaskan progres sudah 70 persen dan optimistis rampung tepat waktu. ”Progresnya sudah 70 persen. Kami optimistis selesai tepat waktu,” katanya.
Menurutnya, 28 pekerja dikerahkan dengan sistem lembur untuk mengejar target. Terkait papan informasi proyek, Hidayat menyebut pemasangan masih menunggu. ”Untuk papan informasi, masih menunggu hoki,” pungkasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto