JOMBANG - Dukungan Pemkab Jombang melalui APBD membuat Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) 2026 naik kelas.
Ajang olahraga pelajar yang sebelumnya bertajuk Dikbud Cup kini menjadi Popkab Piala Bupati Jombang. Kegiatan dibuka Bupati Jombang Warsubi, S.H., M.Si., di GOR Merdeka Jombang, Senin (21/9).
Popkab Piala Bupati Jombang 2026 diikuti 3.403 siswa dari 70 sekolah tingkat SMP. Tahun ini, sebanyak 10 cabang olahraga (cabor) dipertandingkan dalam ajang yang berlangsung hingga 13 Oktober mendatang.
Ketua MKKS SMP Negeri Kabupaten Jombang Yoni Tri Joko Kurnianto mengatakan, penyelenggaraan Popkab 2026 masih berada di bawah naungan MKKS.
Sementara pelaksanaan teknis melibatkan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PJOK. ”Diikuti 10 cabor (cabang olahraga). Naungan tetap MKKS yang menjalankan MGMP PJOK,” ujarnya.
Menurut Yoni, dukungan pembiayaan dari Pemkab Jombang melalui APBD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang turut mendorong peningkatan skala kegiatan.
Dukungan tersebut membuat jumlah cabor dan peserta bertambah. ”Makanya ditingkatkan dari Dikbud Cup menjadi Bupati Cup. Cabor bertambah, peserta bertambah,” jelasnya.
Yoni berharap Popkab tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah penjaringan talenta olahraga pelajar di Kabupaten Jombang.
Bibit-bibit potensial tersebut diharapkan dapat berkembang dan melanjutkan prestasi ke tingkat lebih tinggi, mulai provinsi hingga nasional.
”Harapan Popkab kita bisa menjaring talenta olahraga di Kabupaten Jombang. Harapannya juga talenta-talenta itu muncul, menjadi bibit menuju ke lebih tinggi, ke provinsi dan nasional,” katanya.
Baca Juga: Apresiasi Pelaksanaan Popkab 2025, Dinas P dan K Jombang Beri Penghargaan Para Juara
Sementara itu, Bupati Jombang Warsubi mengapresiasi penyelenggaraan Popkab 2026.
Menurutnya, kompetisi olahraga pelajar tidak hanya menjadi sarana mencari juara, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter peserta didik melalui nilai kerja keras dan sportivitas.
”Kemenangan bukanlah segalanya. Yang terpenting adalah usaha dan semangat juang yang kalian tunjukkan,” tutur Warsubi.
Bupati juga mengingatkan para peserta untuk menjunjung sportivitas selama mengikuti pertandingan.
Kepada guru pendamping dan pelatih, Warsubi berpesan agar terus memberikan motivasi kepada anak didik.
Sementara para wasit dan juri diminta menjaga integritas serta memimpin pertandingan secara adil, objektif, dan profesional.
Ketua Panitia Popkab 2026 Bangun Sukoco, S.Pd., mengatakan, kegiatan Popkab menjadi sarana menjaring dan mengidentifikasi potensi atlet pelajar yang dapat dikembangkan menuju kompetisi lebih tinggi.
”Maksud dan tujuan acara ini diselenggarakan untuk menjaring dan mengidentifikasi potensi atlet pelajar yang dapat dikembangkan pada kompetisi yang lebih tinggi serta menanamkan nilai-nilai sportivitas sejak dini,” ungkapnya.
Popkab Piala Bupati Jombang 2026 berlangsung 21 September hingga 13 Oktober.
Pertandingan tersebar di sejumlah venue, yakni GOR Merdeka, Stadion Merdeka, Dojo Mahameru, Lapangan Desa Keras, Lapangan Desa Mancar, SMPN 2 Peterongan, SMPN 3 Peterongan, dan Lapangan Tenis Indoor.
Sepuluh cabor yang dipertandingkan meliputi sepak bola, bola voli, bola basket, sepak takraw, atletik, karate, pencak silat, pickleball, tenis meja, dan panjat tebing.
Total peserta mencapai 3.403 siswa dari 70 sekolah. Rinciannya 47 SMP negeri, 22 SMP swasta, dan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Jombang.
Melalui penyelenggaraan Popkab tersebut, Pemkab Jombang menargetkan munculnya bibit atlet pelajar yang dapat berkembang hingga tingkat provinsi dan nasional.
Pembukaan Popkab turut dihadiri Sekda Jombang Agus Purnomo, S.H., M.Si., jajaran staf ahli dan asisten, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jombang Dra. Wor Windari, M.Si., Kepala Disporapar Jombang Nur Eva Maylia, S.STP., M.M., perwakilan KONI, pengurus MKKS, kepala SMP se-Kabupaten Jombang, serta peserta Popkab 2026. (wen/naz)
Editor : Anggi Fridianto