JOMBANG – Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, ditinjau ulang menyusul dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa SMPN 1 Kabuh.
Evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan makanan kembali memenuhi standar, mulai penerimaan bahan baku hingga perilaku petugas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan, evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan standar higiene sanitasi di SPPG Mangunan kembali terpenuhi.
”Yang kita lakukan adalah evaluasi, evaluasi SLHS,” ujarnya.
Menurut Hexawan, seluruh tahapan pengelolaan makanan akan dievaluasi.
Mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga perilaku petugas yang terlibat dalam pengelolaan makanan.
”Mulai penerimaan bahan baku bagaimana, terus sesuai atau tidak, sesuai standar atau tidak.
Terus pengolahannya, perilaku petugasnya bagaimana, semua kita evaluasi,” jelasnya.
Dengan evaluasi tersebut, SPPG Mangunan harus kembali memenuhi persyaratan SLHS sebelum dinyatakan laik secara higiene sanitasi.
Prosesnya dilakukan dari awal sesuai ketentuan yang berlaku.“Ya kita evaluasi SLHS ulang,” tegas Hexawan.
Ditanya mengenai status operasional SPPG Mangunan, Hexawan menegaskan Dinkes tidak memiliki kewenangan untuk menentukan suspend.
Kewenangan tersebut berada pada Badan Gizi Nasional (BGN).
Baca Juga: Buntut Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, SPPG Kini Disuspend Hingga Kepala SPPG Dicopot
”Kalau ditanya masalah operasional atau tidak, tanya yang berwenang berkaitan BGN.
Karena BGN yang berhak mensuspen atau tidak,” katanya.
Dinkes, lanjut Hexawan, sebatas melakukan evaluasi dan memberikan informasi terkait aspek kesehatan serta SLHS.
Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, hasil evaluasi akan dikomunikasikan dengan BGN.
”Nanti kita konfirmasikan ke BGN.
Kalau Dinas Kesehatan enggak berhak men-suspend,” pungkasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, SPPG Mangunan yang berada di bawah Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta di-suspend BGN setelah muncul dugaan keracunan MBG yang dialami ratusan siswa SMPN 1 Kabuh.
Kepala SPPG Cakra Rizky Fortuna juga dicopot.
Dugaan keracunan terjadi setelah siswa menyantap menu MBG pada Rabu (2/9).
Berdasarkan data Dinkes Jombang, total penerima yang mengalami keluhan mencapai 259 orang, baik siswa maupun guru. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto