KEKHAWATIRAN calon jemaah umrah (CJU) Annisa Ahmada Travellindo (ITS Grup) kini bukan hanya soal gagal berangkat.
Nasib uang yang telah mereka setorkan juga menjadi tanda tanya.
Sujito, warga Desa Sambong, Kecamatan Jombang, salah satunya.
Dia mengaku telah melunasi biaya umrah Rp 26,3 juta sejak April lalu.
Namun, hingga kini belum mendapat kepastian keberangkatan maupun pengembalian dana.
Uang tersebut dikumpulkan Sujito selama bertahun-tahun dari hasil berjualan bakso.
Dia memilih menabung sedikit demi sedikit demi mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci.
Awalnya, Sujito tidak menaruh curiga.
Kekhawatiran muncul setelah ramai informasi mengenai sejumlah jemaah umrah yang gagal berangkat pada akhir bulan lalu.
”Saya kemudian datang ke kantor travel untuk memastikan.
Baca Juga: Travel Umrah Annisa Ahmada Dibekukan, 1.100 Jemaah Ramai-ramai Ajukan Refund
Saat itu saya mendapat informasi kalau tetap bisa berangkat,” ujarnya.
Karena mendapat kepastian tersebut, Sujito memilih tidak mengajukan pengembalian dana.
Dia masih berharap dapat berangkat ke Tanah Suci sesuai rencana.
Namun, keraguan kembali muncul setelah mengetahui adanya sejumlah jemaah yang disebut tidak bisa kembali ke Tanah Air sesuai jadwal.
Sujito kemudian kembali mendatangi pihak travel pada Jumat (18/9) kemarin.
Pertemuan tersebut bahkan difasilitasi kuasa hukum pihak travel.
Namun, hingga kini dia mengaku belum mendapatkan kepastian mengenai penyelesaian dana yang telah disetorkan.
”Saya cuma berharap uang yang sudah saya bayarkan bisa dikembalikan,” tuturnya.
Bagi Sujito, Rp 26,3 juta bukan uang yang sedikit.
Dana tersebut merupakan hasil menabung bertahun-tahun dari penghasilan berjualan bakso.
”Ngumpulkannya lama.
Sedikit-sedikit dari jualan bakso,” katanya.
Kekhawatiran serupa dirasakan calon jemaah lainnya.
Eko, salah seorang CJU asal Kecamatan Jombang, bahkan telah mengirimkan surat aduan kepada Kementerian Haji dan Umrah terkait persoalan yang dialaminya.
Dalam surat tersebut, Eko menyebut dirinya bersama istri dan kakaknya telah mendaftarkan diri mengikuti program umrah yang dijadwalkan berangkat pada 15 Oktober mendatang.
Dia menyebut terdapat lebih dari 300 jemaah yang terancam tidak dapat berangkat.
Sebagian besar jemaah, menurut dia, telah melunasi biaya umrah sekitar Rp 27,3 juta per orang.
Meski, nominal yang dibayarkan masing-masing jemaah tidak seluruhnya sama.
”Kami adalah jemaah yang telah mempercayakan niat dan tabungan kami kepada Travel Anissa Ahmada,” tulis Eko dalam surat aduannya.
Menurut Eko, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan batal atau terancamnya keberangkatan.
Hal yang paling dikhawatirkan jemaah adalah ketidakjelasan nasib uang yang telah disetorkan.
Komunikasi dengan pihak travel juga disebut tidak mudah.
Baca Juga: Travel Umrah Annisa Ahmada Dibekukan, 1.100 Jemaah Ramai-ramai Ajukan Refund
Berdasarkan informasi yang diterimanya, kantor travel di Jombang dan Mojokerto disebut sudah tidak beroperasi.
Selain itu, Eko menyebut dirinya mendapat informasi kegiatan Travel Anissa Ahmada di Jombang telah dihentikan.
Kondisi tersebut membuat para calon jemaah meminta kepastian dari pemerintah.
Mereka berharap ada pendataan terhadap seluruh jemaah yang terdampak serta fasilitasi penyelesaian antara jemaah dan pihak travel.
”Kami hanya memohon agar uang yang telah kami setorkan dapat dikembalikan kepada kami secara penuh dan sejelas-jelasnya, sesuai dengan hak masing-masing jemaah,” tulisnya.
Menurut Eko, dana puluhan juta rupiah yang dibayarkan jemaah bukanlah uang dalam jumlah kecil.
Sebagian jemaah mengumpulkannya selama bertahun-tahun dari hasil bekerja dan menabung sedikit demi sedikit.
”Kami tidak ingin tabungan yang kami kumpulkan dengan susah payah hilang begitu saja," ungkapnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto