JOMBANG — Usai mendirikan tenda di depan Kantor Pemkab Jombang, massa yang tergabung dalam Forum Rembug Masyarakat Jombang (FRMJ) akhirnya ditemui Bupati Jombang Warsubi, Sabtu (19/9) malam.
Bupati tampak hadir bersama sejumlah pejabat Pemkab. Kehadiran Bupati Warsubi menjadi kesempatan untuk mendengarkan langsung berbagai persoalan yang disampaikan FRMJ.
Dalam kesempatan itu, bupati berdialog santai dengan massa. Beberapa di antaranya terkait keberadaan pabrik yang dinilai belum memiliki perizinan, keberadaan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan zona merah, serta persoalan Koperasi Pegawai Republik Indonesia (KPRI).
Warsubi memilih menemui langsung massa yang masih bertahan di lokasi.
Ia mendengarkan satu per satu aspirasi yang disampaikan sebelum memberikan tanggapan.
Baca Juga: Pemkab Jombang Mulai Respons Tuntutan FRMJ, Sejumlah OPD Langsung Dikumpulkan
“Terus terang saya tidak tega jika melihat masyarakat harus bermalam di depan kantor pemerintah hanya untuk menyampaikan keresahan,” ujar Warsubi.
Menurutnya, tidak semua persoalan dapat langsung diputuskan pada saat itu juga.
Sejumlah hal perlu diperiksa terlebih dahulu agar langkah yang diambil pemerintah memiliki dasar yang jelas dan sesuai dengan ketentuan.
Baca Juga: FRMJ Jombang Soroti PKL hingga Jabatan Pemkab, PT Jian You dan Fuxin Diminta Ditutup
“Tidak semua bisa saya jawab malam itu. Ada yang harus kami cek dulu. Tetapi saya ingin mereka tahu, pemerintah tidak menutup telinga,” katanya.
Warsubi menegaskan, penyampaian aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam proses pemerintahan.
Setiap persoalan, kata dia, harus dilihat secara utuh agar penyelesaiannya tidak sekadar berdasarkan asumsi atau informasi sepihak.
“Kalau memang ada yang perlu dibenahi, kita benahi. Kalau ada yang perlu diperiksa, kita periksa. Kita cari jalan keluarnya bersama. Yang penting Jombang bisa guyup rukun,” tuturnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana dialog.
Bagi Warsubi, datang langsung menemui masyarakat merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala daerah.
“Alhamdulillah, malam itu kami bisa duduk bersama dan saling mendengarkan.
Semoga ikhtiar ini menjadi jalan untuk menyelesaikan persoalan yang ada,” pungkasnya. (ang)
Editor : Anggi Fridianto