JOMBANG – Jumlah korban asal Kabupaten Jombang kapal motor penumpang KM Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan laut Jawa ternyata lebih dari satu orang.
Total ada tiga korban dan dua di antaranya dinyatakan selamat.
’’Alhamdulillah dua warga kami, Yahya dan Surono, ditemukan dalam kondisi selamat,’’ kata Sekretaris Desa Bulurejo, Kecamatan Diwek, Basis Doni Saputra, saat ditemui di kantor Desa Bulurejo, Rabu (16/9).
Kabar itu membawa kelegaan bagi keluarga dan warga setempat di tengah pencarian korban yang terus dilakukan.
Saat ini, keduanya kini masih berada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, untuk menjalani proses pemulihan.
Baca Juga: Satu ABK Asal Jombang Jadi Korban Tragedi KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa, Ini Sosoknya
Satu warga lainnya yang menjadi anak buah kapal (ABK) KM Virgo Transport 8. Hingga kini, keberadaannya belum diketahui.
Belum ada konfirmasi resmi mengenai kondisi maupun keberadaan warga tersebut. Informasi yang diterima pihak desa masih berasal dari pihak keluarga serta komunikasi antarperangkat desa.
’’Yang masih simpang-siur ini ada warga kami, infonya itu ABK. Sampai saat ini masih belum ada konfirmasi yang bersangkutan ditemukan dalam kondisi sehat atau seperti apa,’’ ungkapnya.
Keluarga warga tersebut sebelumnya juga telah dipanggil untuk datang ke Surabaya. Tepatnya kawasan Tanjung Perak, guna mendapatkan informasi terkait perkembangan pencarian.
Namun, setelah berada di Surabaya, keluarga justru diminta kembali ke rumah dan menunggu informasi berikutnya.
Warga Bulurejo yang belum ditemukan atas nama Gondham Prakoso, 32. Dia bertugas sebagai second officer KM Virgo Transport 8.
’’Sejak mengetahui musibah itu, keluarga terus berupaya mencari informasi mengenai keberadaan Gondham,’’ kata Eni Setia Rahayu, 58, ibunda Gondham. Mereka menghubungi Basarnas, perusahaan tempat Gondham bekerja, hingga mendatangi kantor perusahaan di Surabaya. Namun tetap belum ada kabar.
Gondham baru sekitar dua bulan bekerja di KM Virgo Transport 8. Sebelumnya, dia sudah memiliki pengalaman bekerja di kapal sekitar lima hingga enam tahun. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto