Lima Hari Tertahan, 83 Jemaah Umrah Asal Jombang Akhirnya Pulang Bayar Tiket Sendiri Rp 7,2 Juta

Achmad RW • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 15:51 WIB
Sebanyak 83 jemaah umrah asal Jombang yang sempat tertahan di Arab Saudi akhirnya dipastikan pulang ke Indonesia dengan membayar tiket sendiri.
Sebanyak 83 jemaah umrah asal Jombang yang sempat tertahan di Arab Saudi akhirnya dipastikan pulang ke Indonesia dengan membayar tiket sendiri.

 

JOMBANG – Sebanyak 83 jemaah umrah asal Jombang yang sempat tertahan di Arab Saudi akhirnya dipastikan pulang ke Indonesia. 

Namun, kepulangan mereka harus dilakukan dengan membeli tiket pesawat sendiri, masing-masing mengeluarkan biaya sekitar Rp7,2 juta.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Jombang Ilham Rohim mengatakan, 54 jemaah yang sebelumnya berada di Madinah sudah terbang menuju Indonesia pada Kamis (17/9).

Sementara 29 jemaah lainnya yang berada di Makkah menyusul diterbangkan dari Bandara Jeddah. 

“Yang 54 sudah terbang dan insya Allah nanti malam jam 19.00 sampai di Bandara Jakarta. Dan yang 29 nanti menyusul jam 11.30 waktu Arab Saudi akan diterbangkan ke Indonesia,” ujar Ilham, Kamis (17/9).

Menurut Ilham, 26 jemaah sebelumnya seharusnya pulang pada 12 September. Namun, mereka harus bertahan di Makkah selama lima hari karena tidak mendapat kepastian penerbangan.

“Yang 26 itu di Makkah selama lima hari, dari tanggal 12, 13, 14, 15, 16. Selama lima hari kelebihan di Makkah,” katanya.

Sedangkan 54 jemaah lainnya berada di Madinah untuk menyelesaikan rangkaian ibadah sebelum akhirnya diberangkatkan melalui Bandara Jeddah.

Kepulangan seluruh jemaah tersebut akhirnya dilakukan secara mandiri. Mereka memutuskan membeli tiket sendiri setelah tidak kunjung mendapat kepastian penerbangan dari pihak travel. 

Baca Juga: 26 Jemaah Umrah Jombang Masih Tertahan di Makkah, Kemenhaj Datangi Kantor Travel di Mojokerto

“Dari melihat kondisi jemaah, akhirnya kemarin jemaah memutuskan untuk beli tiket sendiri untuk kepulangan jemaah umrah ke Indonesia.

Informasi dari jemaah, tiketnya beli sendiri dengan jumlah nominal Rp 7.200.000 per jemaah,” ujarnya.

Biaya tambahan tersebut nantinya masih akan dibicarakan dengan pihak travel setelah para jemaah tiba di Indonesia. “Itu nanti akan diselesaikan mungkin setelah sampai di Indonesia,” kata Ilham.

Persoalan ini merupakan kelanjutan dari masalah kepastian tiket yang sebelumnya membuat puluhan jemaah tertahan di Arab Saudi.

Pada Selasa (15/9), Kemenhaj Jombang mencatat masih ada 82 jemaah yang belum mendapat kepastian kepulangan.

Saat itu, 26 jemaah seharusnya sudah kembali ke Indonesia sejak 12 September. Sementara 56 jemaah lainnya dijadwalkan pulang pada 15 September, tetapi juga belum mendapat kepastian tiket.

 

Kemenhaj Jombang sebelumnya menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan tiket yang belum diterbitkan agen tiket yang digunakan pihak PT Anisa Ahmada Travelindo, bagian dari ITS Grup.

 Berdasarkan informasi dari manajemen travel, dana pembelian tiket disebut sudah ditransfer kepada agen.

“Kalau menurut laporannya dari Anisa, uangnya sudah ditransfer ke pihak agen tiket. Lalu agen itu tidak mengeluarkan tiket, sehingga semua jadwal bergeser,” ujar Ilham saat itu.

Baca Juga: 196 Jemaah Umrah Muslimat NU Jombang Sudah Berangkat, Tiket Pulang 172 Orang Masih Belum Jelas

Kemenhaj Jombang juga mengaku telah menerima bukti transfer dari Direktur ITS dengan nilai sekitar Rp15 miliar yang disebut telah dikirim kepada agen tiket. Namun, alasan agen belum menerbitkan tiket ketika itu belum diketahui.

Kini, setelah para jemaah memilih membeli tiket sendiri, Kemenhaj Jombang menyebut pihak PT Anisa Ahmada Travelindo masih belum memberikan kepastian kepada jemaah.

 Ilham mengatakan pihaknya telah berupaya mendampingi keluarga jemaah untuk mendapatkan tiket.

Namun sejak 12 September, komunikasi dengan pihak travel mulai sulit dilakukan.

 “Telepon sudah tidak diangkat walaupun ada nada deringnya, WA tidak dijawab, dan sekaligus juga voice note juga tidak dijawab,” ungkapnya.

Petugas Kemenhaj Jombang bahkan telah dua kali mendatangi kantor ITS atau PT Anisa Ahmada Travelindo.

Kantor di Jombang disebut tutup. Sementara saat mendatangi kantor di Mojokerto, petugas sempat bertemu staf yang menyampaikan janji adanya tiket kepulangan.

“Kemarin kami juga tanggal 16 itu datang ke kantor ITS tapi tutup, dan kami mendatangi rumahnya dan tidak ketemu dengan direkturnya, ketemu dengan stafnya, beliau tidak bisa memberikan jawaban secara pasti,” katanya.

Terkait kondisi tersebut, Kemenhaj Jombang akan membuat berita acara untuk dilaporkan kepada Kanwil Kemenhaj.

 Penanganan lebih lanjut terhadap travel akan diserahkan kepada Kementerian Haji dan Umrah RI.

 “Nanti menjadi catatan. Berita acara yang kami buat kami sampaikan kepada pimpinan, yaitu kepada Kanwil sebagai laporan. Untuk tindak lanjut diserahkan kepada pusat di Kementerian Haji dan Umrah,” jelasnya.

Ilham menyebut terdapat sejumlah tahapan yang dapat diberikan terhadap travel, mulai peringatan, pemanggilan hingga pembekuan izin operasional.

“Ada tahapan peringatan, ada tahapan pemanggilan, ada tahapan sampai nanti pembekuan izin operasional,” ujarnya. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
kemenhaj jombang Jemaah Umrah tertahan di mekkah PT Anisa Ahmada Travelindo Jombang