Buntut Keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh Jombang, SPPG Kini Disuspend Hingga Kepala SPPG Dicopot

Achmad RW • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 12:03 WIB
SPPG di Kecamatan Kabuh
SPPG di Kecamatan Kabuh

 

 

JOMBANG – Operasional SPPG Mangunan, Yayasan Sehat Tempat Makan Jakarta, di Kecamatan Kabuh, Jombang, dihentikan sementara atau disuspend. 

Kebijakan tersebut diambil buntut kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami ratusan warga SMPN 1 Kabuh.

Tak hanya menghentikan operasional dapur MBG di Dusun Brumbung, Desa Mangunan tersebut, Badan Gizi Nasional (BGN) juga menonaktifkan Kepala SPPG Mangunan Cakra Rizky Fortuna.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Surabaya Kusmayanti mengatakan, penghentian operasional berlaku sampai seluruh persyaratan yang ditetapkan terpenuhi.

“SPPG Mangunan suspend, mulai malam (saat kejadian,Red) itu, sampai semua persyaratan yang harus dipenuhi terpenuhi,” terang Kusmayanti saat dikonfirmasi, Rabu (16/9).

Baca Juga: Sidak 2 SPPG di Plandaan Jombang, Satgas MBG Temukan IPAL Keruh dan Berbau

Selain disuspend, posisi Cakra sebagai Kepala SPPG Mangunan juga dinonaktifkan. Nantinya, posisi tersebut akan diisi kepala SPPG baru jika dapur MBG kembali diperbolehkan beroperasi.

“Untuk KaSPPG proses pergantian, sementara menunggu SKEP baru serta pengalihan akun-akun,” tegas Kusmayanti.

Karena statusnya hingga kini masih disuspend, Kusma juga menyebut kini penyaluran MBG dari SPPG Mangunan masih terhenti. 

Namun, nantinya akan ada pengalihan dan pergqntian penyalur menu MBG untuk seluruh penerima yang sebelumnya disalurkan SPPG Mangunan. 

"PM (penerima manfaat,Red) pun kami proses pengalihan ke SPPG lain, (saat ini,Red) sedang proses administrasinya," pungkasnya.

Penghentian distribusi MBG dari SPPG Mangunan sebelumnya juga sudah dirasakan SMPN 1 Kabuh. 

Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono membenarkan, sekolah tidak lagi menerima kiriman MBG sejak Jumat (4/9), sehari setelah kasus dugaan keracunan mencuat.

Penghentian tersebut juga berlaku bagi sekolah lain yang menjadi penerima MBG dari SPPG Mangunan.

“Sejak kejadian itu, besoknya hari Jumat sudah enggak ada sampai sekarang. Mungkin SPPG-nya masih belum beroperasi,” ujar Suprihadiono.

Sebelum dihentikan, SMPN 1 Kabuh menerima MBG dari SPPG Mangunan untuk 639 siswa serta 47 guru dan karyawan.

Suprihadiono berharap jika nantinya SPPG Mangunan kembali beroperasi dan distribusi MBG dilanjutkan, sudah ada pembenahan dari sisi mutu maupun kelayakan makanan.

Dia tidak ingin kejadian serupa kembali dialami siswa maupun guru.

Baca Juga: Usai Dugaan Keracunan Massal di SMPN 1 Kabuh Jombang, IDAI Dorong Evaluasi Distribusi Program MBG

“Kalau memang kami diberi lagi MBG, ya nanti kami serahkan ke anak-anak. Anak-anak kalau mau ya silakan dimakan, kalau enggak ya enggak usah,” tandasnya.

Kasus dugaan keracunan MBG di SMPN 1 Kabuh terjadi setelah siswa dan sejumlah guru mengonsumsi makanan yang dikirim dari SPPG Mangunan. Keluhan yang muncul di antaranya sakit perut, diare, mual dan muntah.

Sebelumnya, Dinas Kesehatan Jombang mencatat 259 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan. Sejumlah korban sempat menjalani rawat inap, sementara sebagian lainnya menjalani rawat jalan maupun perawatan mandiri.

Hasil lab, menunjukkan ditemukannya baktwri E Coli dengan kadar sangat besar yakni 120 CFU per gram. Selain itu, ditemukan juga bakteri lain pada sampel nasi dan air galon isi ulang, meski konsentrasinya tidak terlalu besar. (riz)

Editor : Anggi Fridianto
sppg mangunan Jombang Makan Bergizi Gratis keracunan SMPN 1 Kabuh