JOMBANG – Misteri penyebab keracunan massal ratusan siswa SMPN 1 Kabuh akhirnya terkuak.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang memastikan menu udang saus padang yang disajikan SPPG Mangunan menjadi biang kerok.
Hasil uji laboratorium BBLK Surabaya menunjukkan makanan tersebut positif mengandung bakteri Escherichia coli (E. coli) dengan kadar jauh di atas ambang batas.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan, hasil pemeriksaan laboratorium yang diterima Jumat (11/9) menemukan kandungan bakteri pada sejumlah sampel.
Kandungan paling tinggi ditemukan pada sampel udang saus padang.
”Paling agak lumayan di saus padang itu. Udang saus padang itu E. coli-nya,” kata Hexawan.
Berdasarkan hasil uji laboratorium, kandungan E. coli pada udang saus padang mencapai 120 CFU (colony forming unit) per gram.
Angka tersebut menjadi yang tertinggi dibandingkan sampel makanan lain yang diperiksa.
Hexawan menegaskan, E. coli seharusnya tidak ditemukan dalam makanan.
Temuan itu menjadi dasar Dinkes mengaitkan udang saus padang dengan kasus keracunan yang dialami ratusan siswa SMPN 1 Kabuh.
”Kalau makanan, E. coli itu harusnya negatif,” tegasnya.
Baca Juga: Usai Dugaan Keracunan Massal di SMPN 1 Kabuh Jombang, IDAI Dorong Evaluasi Distribusi Program MBG
Selain udang saus padang, pemeriksaan juga menemukan bakteri pada sampel nasi dan air yang digunakan di SPPG Mangunan.
Pada nasi ditemukan Bacillus cereus.
Sementara sampel air, termasuk air galon isi ulang yang digunakan di SPPG, juga ditemukan E. coli meski dalam jumlah lebih kecil.
”Di nasi itu ada Bacillus cereus. Kemudian airnya juga ada E. coli meskipun kandungannya kecil,” jelasnya.
Temuan tersebut selanjutnya dikaitkan dengan pola waktu munculnya keluhan pada siswa.
Menu MBG dikonsumsi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 11.30.
Sedangkan keluhan seperti diare, mual, dan sakit perut mulai dirasakan sejumlah siswa sekitar pukul 17.00.
”E. coli kan butuh waktu tiga jam, empat jam,” kata Hexawan.
Sebagai tindak lanjut, Hexawan akan segera menyerahkan hasil uji laboratorium kepada Satgas Makan bergizi Gratis (MBG) Kabupaten untuK diteruskan ke Badan Gizi Nasional (BGN).
”Setelah ini hasil uji lab akan kita kirimkan ke Satgas MBG Kabupaten, mungkin kita juga kirim tembuskan ke BGN,” tandasnya.
Sebelumnya, Dinkes Jombang mengambil sejumlah sampel dari SPPG Mangunan untuk diperiksa di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.
Baca Juga: Buntut Dugaan Keracunan 259 Siswa SMPN 1 Kabuh Jombang, MBG dari SPPG Mangunan Mandeg
Sampel meliputi makanan yang dibagikan kepada siswa, air yang digunakan dalam proses penyediaan makanan, serta makanan yang masih tersimpan di lokasi.
Kasus keracunan tersebut terjadi setelah siswa SMPN 1 Kabuh menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu (2/9) dari SPPG Mangunan.
Menu yang dibagikan terdiri atas nasi putih, udang saus padang, tahu susu, tumis wortel-sawi putih-brokoli, dan pepaya.
Total sekitar 259 siswa dilaporkan mengalami gejala diare, mual, dan sakit perut.
Sebagian menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, sementara lainnya memilih mendapatkan pengobatan secara mandiri. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto