Bukan Cuma Plafon Ambrol, Pemkab Jombang Temukan Rembesan di Kompleks Sekolah Rakyat

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:47 WIB
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun

 

JOMBANG – Insiden ambrolnya plafon dan rangka baja gedung serbaguna Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang tak berhenti pada perbaikan fisik.

Pemkab Jombang mendesak audit menyeluruh seluruh bangunan kompleks sekolah tersebut sebelum proses serah terima dilakukan.

Desakan itu disampaikan langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum (PU) selaku pemilik proyek.

Sebab, temuan di lapangan tak sekadar plafon jebol.

”Persoalannya bukan hanya plafon. Ada bagian yang merembes dan bocor. Itu sudah kami sampaikan agar dilakukan pemeriksaan ulang,” tegas Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Jombang Agung Hariadi, Selasa (15/9).

Langkah tegas Pemkab bukan tanpa alasan.

Kompleks SR terdiri atas banyak gedung berlantai dua yang tak hanya difungsikan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM), melainkan juga asrama siswa.

Risiko keselamatan anak didik menjadi taruhan utama jika ada cacat konstruksi yang lolos dari pemeriksaan.

”Jadi, sebelum gedung diserahkan ke pihak SR, kami minta dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Laporannya nanti disampaikan langsung ke sekolah,” lanjutnya.

Faktor lain yang memperkuat urgensi audit adalah latar belakang penerima bangunan.

Baca Juga: Plafon Sekolah Rakyat Jombang Rusak, Kementerian PU Cek Rangka dan Seluruh Bangunan

Pihak Sekolah Rakyat bukanlah ahli konstruksi. Opname teknis menjadi syarat mutlak agar kondisi gedung terverifikasi 100 persen aman.

”Pihak Sekolah Rakyat yang nantinya menerima bangunan juga bukan ahli bangunan, sehingga kondisi gedung harus dipastikan melalui pemeriksaan dan opname secara menyeluruh,” tegasnya.

Meski mendesak audit, Pemkab Jombang menegaskan tidak berkomunikasi langsung dengan kontraktor pelaksana.

Seluruh koordinasi melalui Kementerian PU sesuai pembagian kewenangan.

”Kami tidak berhubungan langsung dengan kontraktor, tapi ke Kementerian PU selaku pemilik proyek. Beda kewenangan,” jelas Agung.

Kendati demikian, Pemkab siap menerjunkan tim teknis.

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Jombang bakal diterjunkan untuk mendampingi pemeriksaan jika ada permintaan resmi.

”Jika diundang untuk pengecekan, kami akan gandeng Dinas PUPR Jombang,” tambahnya.

Hingga kini, Dinsos belum mendapat informasi terkait kepastian jadwal serah terima gedung.

Komunikasi terakhir dengan Kementerian PU menyebutkan proses administrasi masih berjalan, meski secara fisik pembangunan telah rampung.

Alur serah terima dilakukan berjenjang dari Kementerian PU ke Kementerian Sosial (Kemensos), baru diteruskan ke Sekolah Rakyat.

”Kita juga belum mengetahui apakah pemeriksaan atau opname teknis konstruksi sudah dilakukan sebelum serah terima pertama,” ungkapnya.

Salah satu sumber tepercaya Jawa Pos Radar Jombang menyebut, rata-rata gedung di kompleks Sekolah Rakyat bertingkat.

Beberapa rembesan air muncul di gedung asrama siswa bahkan merusak palfon.

Baca Juga: Plafon Sekolah Rakyat Jombang Lepas Diterjang Angin, Waskita Karya Targetkan 3 Hari Beres

”Bagian kamar mandi di asrama putri SMA dan SMP muncul rembesan air dari lantai atas ke lantai bawah, jadi banyak yang ambrol plafonnya,” beber sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Permasalahan serupa juga muncul di kamar mandi asrama putra.

”Di asrama putra juga ada rembesan,” singkatnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plafon dan rangka baja gedung serbaguna SR 1 Jombang ambrol, Sabtu (12/9) sekitar pukul 11.50 WIB.

Material plafon menimpa siswi kelas VII A, Meyta , 13, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.

Beruntung, korban tidak mengalami luka serius dan langsung mendapat penanganan di UKS.

Pantauan di lokasi, sedikitnya tiga titik plafon rusak di sisi utara, timur, dan bagian dalam gedung.

Tidak hanya plafon, sebagian rangka plafon juga ikut ambrol.

Area kerusakan langsung dipasangi tali pembatas, sementara pekerja membersihkan material runtuhan.

Pembangunan SR tersebut digarap PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban.

Estimasi anggaran per titik mencapai sekitar Rp 200 miliaR. (fid/naz)

 
 
 
Editor : Anggi Fridianto
audit sekolah rakyat dinsos jombang Jombang Pemkab Jombang Sekolah Rakyat