Plafon Sekolah Rakyat Jombang Rusak, Kementerian PU Cek Rangka dan Seluruh Bangunan

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 05:45 WIB
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun

 

JOMBANG - KEMENTERIAN Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat menangani kerusakan penutup plafon Gedung Serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Jombang.

Kerusakan terjadi setelah kawasan sekolah dihempas angin kencang.

Kasatker Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur I GA Ariwibawa mengatakan, bagian yang mengalami kerusakan merupakan penutup plafon berbahan UPVC.

Peristiwa tersebut terjadi pada siang hari saat kondisi angin di sekitar kompleks Sekolah Rakyat cukup kencang.

Baca Juga: Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambrol Hingga Celakai Siswa, Pengamat Desak Audit Total

”Setelah kejadian, Kementerian PU langsung mengamankan area dengan menutup sekitar lokasi kejadian dengan safety line.

Teman-teman juga mengecek rangka-rangkanya kembali, kalau diperlukan perkuatan rangka dan tes pembebanan. Sudah mulai dikerjakan hari ini,” jelas Agung dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (15/9).

Penanganan perbaikan, lanjut dia, telah dimulai dan ditargetkan rampung sekitar tiga hari.

Dia menegaskan, kerusakan hanya terjadi pada bagian penutup plafon dan bukan pada rangka baja bangunan.

Selain memperbaiki bagian yang rusak, Kementerian PU melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap bangunan lain di kompleks Sekolah Rakyat Terintegrasi I Jombang.

”Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tidak ada bagian bangunan lain yang mengalami dampak serupa,” tegasnya.

Ia menegaskan, pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi I Kabupaten Jombang di Desa Tunggorono telah rampung 100 persen.

Baca Juga: Plafon Sekolah Rakyat Jombang Lepas Diterjang Angin, Waskita Karya Targetkan 3 Hari Beres

Sekolah berasrama gratis tersebut juga telah melaksanakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran baru pada 31 Juli 2026.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto diharapkan menjadi salah satu upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

”Secara keseluruhan, dari Sabang sampai Merauke, mereka yang selama ini tidak pernah merasakan sekolah bisa disekolahkan di sini. Bahkan bukan cuma disekolahkan, tapi dimuliakan. Dikasih fasilitas yang megah, dikasih buku, seragam, sepatu, makan, sampai tempat tidur di asrama. Jadi Pak Presiden Prabowo Subianto memuliakan anak-anak dari kalangan prasejahtera,” tegasnya.

Sekolah Rakyat Terintegrasi I Jombang dibangun di atas lahan seluas 6,3 hektare oleh Kementerian PU melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.

Saat ini, proyek memasuki masa pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana, PT Waskita Karya (Persero), sekaligus dalam proses serah terima atau Provisional Hand Over (PHO).

Kompleks sekolah tersebut dilengkapi berbagai fasilitas untuk menunjang kegiatan belajar dan kehidupan siswa secara terpadu.

Di antaranya gedung pendidikan jenjang SD hingga SMA, asrama putra dan putri, rusun guru, Gedung Serbaguna, guest house, masjid, gedung ibadah, kantin, dapur, dan gudang.

Selain itu, kompleks sekolah dilengkapi CCTV selama 24 jam, lapangan upacara, serta lapangan olahraga. (fid/naz)

 
 
 
 
Editor : Anggi Fridianto
SR Jombang kementerian pu Jombang plafon ambrol Sekolah Rakyat