JOMBANG – Insiden ambrolnya plafon dan rangka baja gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 1 Jombang menuai sorotan dari kalangan konstruksi.
Pengamat bangunan asal Jombang, Samaun, menegaskan perlunya audit teknis menyeluruh untuk memastikan kualitas konstruksi sesuai spesifikasi.
”Secara teknis perlu diperiksa semua, terutama plafon dan bajanya,” ujar mantan Ketua Gabungan Rekanan Konstruksi Indonesia (Garansi) Jombang itu.
Menurut Samaun, audit diperlukan untuk memastikan kesesuaian hasil pekerjaan dengan spesifikasi teknis yang ditetapkan, terutama material rangka plafon.
”Itu perlu diaudit dahulu. Terutama ketebalan rangka baja, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi,” jelasnya.
Baca Juga: Soal Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambrol, Kontraktor Berdalih Akibat Angin Kencang
Ia juga menyoroti penjelasan kerusakan rangka atap terjadi akibat terpaan angin.
Menurutnya, kondisi itu perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebab sebenarnya.
”Pengawasannya juga lemah, misalnya itu kemarin dikatakan kena angin, bisa sampai runtuh,” katanya.
Samaun menegaskan, audit keseluruhan bangunan penting agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Sebab, pekerjaan plafon umumnya dilaksanakan dalam satu paket, sehingga pemeriksaan tidak cukup dilakukan hanya pada bagian yang mengalami kerusakan.
”Biasanya yang mengerjakan plafon, misalnya, itu satu paket. Jadi, dia juga mengerjakan plafon-plafon ruangan yang lain,” katanya.
Diberitakan sebelumnya, DPRD Jombang menilai ambrolnya plafon dan rangka baja gedung serbaguna Sekolah Rakyat (SR) 1 Jombang mencerminkan lemahnya kualitas proyek bernilai ratusan miliar rupiah.
Ketua Komisi C, M Zahrul Jihad, menegaskan pelaksana harus bertanggung jawab karena masih dalam masa pemeliharaan.
”Kami sangat menyayangkan pembangunan tidak maksimal sehingga ada korban. Ini tanggung jawab pelaksana untuk memperbaiki,” tegasnya, Minggu (13/9).
Zahrul menolak anggapan kerusakan sebagai force majeure. Menurutnya, angin kencang tidak semestinya membuat plafon dan rangka ambrol, apalagi gedung baru selesai dibangun.
Ia mendesak evaluasi serius agar aspek keselamatan warga sekolah benar-benar terjamin.
Sementara itu, Kepala SR 1 Jombang, Andik Minarto, memastikan korban sudah mendapat perawatan di UKS dan klinik mitra sekolah.
Pihaknya juga meminta Kementerian PU mengecek ulang keamanan gedung sebelum kembali digunakan.
”Kalau tidak boleh digunakan, akan kami sampaikan ke teman-teman lainnya,” ujarnya. (fid/naz)