Soal Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambrol, Kontraktor Berdalih Akibat Angin Kencang

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 15:46 WIB
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun
PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun

 

JOMBANG – PT Waskita Karya menyebut hempasan angin kencang sebagai penyebab ambrolnya sejumlah titik plafon dan rangka baja atap gedung serbaguna Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 (SR 1) Jombang yang baru selesai dibangun.

Pelaksana proyek tersebut mengaku kini masih melakukan perbaikan di sejumlah titik yang mengalami kerusakan.

”Sekarang masih proses perbaikan,” kata Site Manager PT Waskita Karya–Cipta Adhi Guna KSO, Dwi Setiawan, Senin (14/9).

Dwi tidak merinci tingkat kerusakan plafon maupun rangka baja atap gedung.

Namun, dia mengakui kerusakan terjadi di beberapa titik. Menurutnya, kerusakan dipicu hempasan angin kencang yang terjadi pada Sabtu (12/9).

 ”Ada beberapa titik yang rusak diakibatkan pada hari tersebut angin besar,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, plafon dan rangka baja gedung serbaguna SR 1 Jombang ambrol, Sabtu (12/9) sekitar pukul 11.50 WIB. Material plafon menimpa siswi kelas VII A, Meyta , 13, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben.

Beruntung, korban hanya mengalami pusing tanpa luka serius.

Pantauan di lokasi, sedikitnya tiga titik plafon rusak di sisi utara, timur, dan bagian dalam gedung. Tidak hanya plafon, sebagian rangka baja juga ikut ambrol.

Area kerusakan langsung dipasangi tali pembatas, sementara pekerja membersihkan material runtuhan.

Sementara itu, sorotan keras datang dari DPRD Jombang. Ketua Komisi C M Zahrul Jihad menilai insiden itu justru mencerminkan belum maksimalnya kualitas pengerjaan proyek bernilai ratusan miliar rupiah tersebut.

 ”Kami sangat menyayangkan pembangunan tidak maksimal sehingga ada korban. Ini tanggung jawab pelaksana untuk memperbaiki, karena masih masa pemeliharaan,” tegas Zahrul, Minggu (13/9).

Menurutnya, kualitas bangunan yang buruk berpotensi mengancam keselamatan warga sekolah. Terlebih, insiden tersebut telah menyebabkan seorang siswi tertimpa material plafon saat hendak salat Duhur.

Baca Juga: Usai Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambruk, Warga Sekolah Dilanda Waswas

Zahrul juga menolak jika kerusakan tersebut dikategorikan sebagai force majeure.

 Dia menilai kondisi angin kencang semestinya tidak sampai menyebabkan plafon dan rangka bangunan ambrol. Terlebih gedung tersebut baru saja selesai dibangun.

 ”Tidak ada gempa atau bencana besar. Angin memang cukup kencang, tapi seharusnya tidak sampai membuat plafon ambrol,” jelasnya.

Karena itu, dia meminta dilakukan evaluasi terhadap kualitas pengerjaan proyek. Menurutnya, aspek keselamatan harus menjadi perhatian utama mengingat gedung tersebut digunakan warga sekolah.

 

Sementara itu, rasa waswas masih menyelimuti warga SR 1 Jombang. Kepala SR 1 Jombang Andik Minarto memastikan pihak sekolah telah mendapat penanganan setelah insiden tersebut.

Korban juga sudah mendapat perawatan di UKS serta klinik kesehatan mitra sekolah. 

”Sudah kami laporkan ke Kementerian PU agar lokasi disterilkan, supaya anak-anak tidak bermain di situ,” ujarnya.

Andik juga mendesak Kementerian PU mengecek ulang keamanan gedung sebelum kembali digunakan.

”Kami minta dicek keamanannya. Kalau tidak boleh digunakan, akan kami sampaikan ke teman-teman lainnya,” ujarnya.

Pembangunan SR tersebut digarap PT Waskita Karya dengan nilai kontrak Rp 1,165 triliun untuk lima daerah, yakni Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban. Estimasi anggaran per titik mencapai sekitar Rp 200 miliar. (fid/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
plafon rusak Jombang PT Waskita Karya Angin Kencang Sekolah Rakyat