JOMBANG - Rasa waswas kini menyelimuti warga Sekolah Rakyat Terintegrasi (SR) 1 Jombang pascainsiden ambrolnya plafon dan rangka baja gedung serbaguna, Sabtu (12/9).
Pihak sekolah mendesak agar Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengecek ulang keamanan gedung guna meminimalisir risiko bahaya.
Kepala SR 1 Jombang, Andik Minarto, menegaskan pihak sekolah tidak ingin mengambil risiko.
”Kami minta dicek keamanannya. Kalau tidak boleh digunakan, akan kami sampaikan ke teman-teman lainnya,” ujarnya, Minggu (13/9).
Sebagai langkah antisipasi, seluruh aktivitas di gedung serbaguna dihentikan sementara. Siswa juga dilarang bermain maupun berkegiatan di lokasi hingga kondisi bangunan dinyatakan aman.
”Supaya anak-anak tidak bermain atau berkegiatan di lokasi. Jadi sementara tidak ada aktivitas di gedung,” imbuhnya.
Baca Juga: Waduh! Baru 2 Bulan Diresmikan, Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambruk Hingga Timpa Kepala Siswa
Andik berharap pihak kontraktor bersama Kementerian PU segera melakukan pengecekan ulang.
Apalagi gedung tersebut baru difungsikan sejak kegiatan open house MPLS, 30 Juli lalu, dan setiap hari digunakan untuk apel serta kegiatan ekstrakurikuler.
”Harapannya dari pihak kontraktor dan Kementerian PU melakukan pengecekan ulang untuk memitigasi kondisi bangunan.
Apalagi cuaca angin seperti ini. Baik itu nanti ketika musim hujan juga segera ada mitigasi lebih awal,” jelasnya.
Baca Juga: Plafon Sekolah Rakyat Jombang Ambruk Hingga Timpa Siswa, DPRD Beri Catatan Merah Soal Kualitas
Dalam insiden itu, seorang siswi kelas VII A, Meyta Sevia Nuraini, 13, warga Desa Kedungmlati, Kecamatan Kesamben, menjadi korban.
Saat duduk di gedung serbaguna sebelum salat Duhur, angin bertiup kencang dan plafon di atasnya runtuh mengenai kepalanya. Beruntung, Meyta hanya mengalami pusing tanpa luka serius.
Meski proyek secara keseluruhan baru rampung 31 Agustus lalu, kerusakan terjadi pada bagian plafon dan rangka baja gedung serbaguna.
Pihak sekolah berharap tidak ada kerusakan di bagian lain, namun tetap meningkatkan kewaspadaan. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto