JOMBANG – Proyek pembangunan penerangan jalan umum (PJU) ruas Kabuh-Tapen yang masuk Proyek Strategis Daerah (PSD) 2026 terus dikebut.
Memasuki pertengahan September, seluruh tiang dan lampu PJU sebanyak 160 titik terpasang.
Kini, pekerjaan menyisakan pemasangan jaringan listrik, perapian fondasi, serta penyelesaian sisa galian.
’’Pekerjaan saat ini berfokus pada instalasi jaringan listrik dan perapian sejumlah bagian pekerjaan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang, Sugianto, melalui Kepala Bidang Lalu Lintas, Yohan Kartika.
Secara fisik tiang dan lampu PJU seluruhnya terpasang. Pemasangan jaringan listrik masih dilakukan secara bertahap.
Prosesnya menjadi salah satu pekerjaan yang membutuhkan waktu.
Karena kabel yang digunakan tidak diperbolehkan memiliki sambungan di tengah jalur.
’’Untuk jaringan listrik masih sebagian yang terpasang,’’ imbuhnya.
Jaringan PJU yang dibangun membentang tujuh kilometer untuk melayani 160 titik. Dishub menargetkan seluruh pemasangan jaringan rampung akhir bulan ini.
’’Targetnya akhir September sudah selesai,’’ ujarnya.
Baca Juga: Pemkab Jombang Tawarkan Dua Proyek ke Investor di Surabaya, Tirta Wisata dan Budi Daya Sapi Potong
Proses penarikan kabel menjadi salah satu kendala teknis dalam pekerjaan. Kabel harus ditarik dalam satu tarikan untuk setiap panel.
Sehingga tidak diperbolehkan terdapat sambungan di tengah jalur.
’’Menarik kabel ini agak susah, tidak boleh sambungan.
Per panel itu satu tarikan, jadi tidak boleh di tengah-tengah ada sambungan kabel,’’ ungkapnya. Meski menargetkan pekerjaan fisik rampung akhir September, pelaksana masih memiliki waktu berdasarkan masa kontrak.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung selama 90 hari.
Kontraknya berakhir 24 Oktober nanti.
’’Masih ada waktu sampai bulan depan,’’ ucapnya.
Pembangunan PJU ruas Kabuh-Tapen merupakan bagian dari PSD 2026.
Paket pekerjaan dikerjakan PT Team Mitra Sejahterah, Jombang, dengan nilai kontrak Rp 1,62 miliar. (fid/jif)