JOMBANG – Perahu tambang di Sungai Brantas, Kecamatan Megaluh, tak hanya menjadi sarana penyeberangan warga.
Tarif yang murah membuat angkutan sungai ini juga menjadi pilihan wisata sederhana bagi warga yang ingin menikmati suasana akhir pekan di atas aliran Sungai Brantas.
Salah satunya terlihat di Perahu Tambang Nogo Joyo, Sabtu (12/9).
Sejumlah penumpang memanfaatkan jasa penyeberangan. Selain untuk menyeberang, tarif yang murah membuat perahu tambang menarik bagi warga yang ingin hanya merasakan sensasi naik perahu di aliran Sungai Brantas.
”Ya di sini murah, Rp 5 ribu bisa bolak-balik naik perahu tambang,” terang Yayuk, salah satu penumpang.
Keberadaan perahu tambang memang cukup banyak di Jombang.
Dinas Perhubungan (Dishub) Jombang mencatat ada 30 angkutan perahu tambang yang beroperasi setiap hari di sejumlah titik penyeberangan.
Kepala Bidang Angkutan Dishub Jombang, Ari Bawa Tjahjadi mengatakan, dari jumlah itu, 12 angkutan beroperasi di Kecamatan Kesamben, sembilan di Megaluh, lima di Bandarkedungmulyo, dan empat di Desa Tapen, Kecamatan Kudu.
”Dari hasil pendataan kami, total ada 30-an yang beroperasi yang tersebar di beberapa kecamatan,’’ ujar dia kepada Jawa Pos Radar Jombang, Sabtu (12/9).
Dishub Jombang hanya sebatas melakukan pembinaan serta pengawasan.
Sementara terkait bantuan sarana dan prasarana untuk angkutan perahu tambang, Ari menyebut kewenangan berada di tingkat Pemprov Jatim.
”Jadi kami di tingkat kabupaten sebatas pembinaan dan pengawasan.
Sedangkan untuk pemberian bantuan sarpras ada di provinsi,” ujarnya.
Durasi operasional perahu tambang berbeda-beda. Ada yang melayani penyeberangan hingga 24 jam, seperti Perahu Moro Seneng, Barokah Prateng, dan Prakulon Barokah di Kecamatan Kesamben.
Namun, tidak semua perahu beroperasi sepanjang hari.
Sebagian hanya melayani penyeberangan selama 12 jam, 9 jam, maupun 18 jam dalam sehari.
Baca Juga: Kronologi Lansia di Jombang Tewas Usai Bakar Daduk Tebu, Begini Penjelasan Polisi
Selama ini, Dishub rutin melakukan pembinaan kepada para penyedia jasa angkutan perahu tambang.
Pembinaan terutama berkaitan dengan aspek keselamatan selama perahu beroperasi.
”Pembinaan terus kami lakukan secara berkala kepada penyedia angkutan untuk selalu berhati-hati dan tetap memperhatikan debit sungai serta cuaca,” tegasnya. (ang/fid)
Editor : Anggi Fridianto