JOMBANG — Perjalanan dr. Dwi Rizki Wulandari, M.Pd menuju kursi Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung terbilang tidak biasa.
Bahkan sebelum kembali berkecimpung di bidang kedokteran, Kiki sapaan akrabnya sempat menjadi guru hingga pengusaha.
Lahir di Situbondo, 8 Agustus 1979, Kiki menempuh seluruh pendidikan dasar hingga perguruan tinggi di Surabaya.
Ia menempuh pendidikan dasar di SDN Kertajaya 13, lalu ke SMPN 1 Surabaya, dan SMAN 5 Surabaya.
Pendidikan kedokterannya ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (Unair) kemudian melanjutkan Magister Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Setelah lulus dokter pada 2005, Kiki menjalani PTT selama tiga tahun di RSI Hasanah Mojokerto.
”Selama menjalani PTT saya hamil lima kali, tiga kali keguguran, dua kali lahir selamat, nah kelahiran anak kedua ini yang membuat saya memutuskan berhenti bekerja,” jelasnya. Ia lebih banyak berperan sebagai ibu rumah tangga sekaligus membantu mengelola lembaga pendidikan milik keluarga, Yayasan Pendidikan Islam Al-Ihsani.
Baca Juga: Ngaji di Madrasatul Qur’an Putri Tebuireng Jombang, Ning Fida Ingatkan Memahami Kebebasan Wanita
”Awalnya memang tidak enak sekali, apalagi saya sejak kecil suka berkegiatan, saat SD jadi ketua kelas 6 tahun, SMP jadi ketua OSIS, SMA jadi sekretaris OSIS,” jelas istri Rifki Arif ST tersebut.
Mengemban amanah sebagai pengelola yayasan pendidikan, dan minimnya latar belakang manajemen pendidikan membuatnya tertantang hingga akhirnya mengambil S2 Manajemen Pendidikan di Unesa.
”Saya itu dokter, tidak punya background pendidikan. Akhirnya saya sekolah S2 Manajemen Pendidikan,” ujarnya.
Dengan segala perjuangannya, ia belajar bersama bersama para guru, mencoba mengejar ketertinggalan materi jika dibandingkan teman-teman seangkatannya di jenjang S2.
”Saya selalu on internet, mencoba mencari tahu di google jika dosen mengajarkan sesuatu yang tidak saya mengerti, bahkan sering main ke sekolah-sekolah teman-teman saya di kampus untuk belajar langsung,” jelas ibu dari Raisya Dyah Paramesti dan Rasyid Perves Bagaskara.
Delapan tahun ia berkutat di lembaga pendidikan, menjadi ibu rumah tangga, menjalani usaha di bidang transportasi, hingga pertanian.
Perjalanan kembali ke dunia kesehatan dimulai setelah sejumlah pihak memintanya kembali bekerja.
Baca Juga: Inspiratif! Kisah Mantan PMI Tati Purwanti yang Bertumbuh Bersama BRI, Bawa Bubur Cirebon ke Taiwan
Pada 2015, ia sempat menjadi dokter di sebuah klinik Muhammadiyah di Kemlagi, Mojokerto, sebelum kemudian kembali ke RS Hasanah.
Pada 2017, Kiki mengikuti seleksi direktur RS Hasanah atas dorongan dr. Muhammad Anas, SpOG, direktur lama yang memberinya banyak pelajaran dan motivasi.
Meski awalnya hanya berniat menambah pengalaman, ia akhirnya dipercaya memimpin rumah sakit RSI Hasanah selama dua periode hingga 2025.
Setelah masa kepemimpinannya berakhir, Kiki kemudian dipercaya menjadi Direktur RSU PKU Muhammadiyah Mojoagung. Kini, selain memimpin rumah sakit, ia juga dipercaya sebagai Ketua Divisi Pengembangan Rumah Sakit MPKU PWM Jawa Timur, surveior rumah sakit di Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI), serta anggota Kompartemen Pemberdayaan dan Jejaring Rumah Sakit PERSI Jawa Timur. (wen/ang)
Editor : Anggi Fridianto