Dr Nasrul Syarif: Jalan Tembus Menuju Allah

Dwi Aris Supriyanto • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 07:52 WIB
Dr Nasrul Syarif MSi
Dr Nasrul Syarif MSi

 

Oleh: Dr Nasrul Syarif MSi, Sekjen Forum Doktor Muslim Peduli Bangsa.

Dalam perjalanan hidup, manusia sering sibuk mencari jalan menuju kesuksesan dan kebahagiaan duniawi. Namun ada satu perjalanan yang jauh lebih penting: Perjalanan menuju Allah Ta’ala.

Sebab, pada akhirnya kita semua akan kembali kepada-Nya.

Allah Ta’ala berfirman: Wahai manusia! Sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhanmu, maka kamu akan menemui-Nya (QS Al-Insyiqaq: 6).

Ayat ini mengingatkan kita bahwa hidup sebenarnya adalah sebuah perjalanan menuju Allah Ta’ala, sadar ataupun tidak.

Pertanyaannya: Apakah jalan yang kita tempuh benar-benar membawa kita semakin dekat kepada-Nya?

Pada akhirnya, perjalanan spiritual bukan sekadar perjalanan fisik.

Baca Juga: Gus Zuem: Muktamar 35 dan Khittah 26

Ia adalah perjalanan ego menuju ketundukan. Kesombongan menuju kerendahan hati. Kelalaian menuju kesadaran, dosa menjadi taubat, dan dari mencintai dunia secara berlebihan menuju mencintai Allah di atas segala-galanya.

Kalau hari ini masih banyak dosa, bertaubatlah. Hati masih keras, berzikirlah. Hidup terasa berat, bersabarlah. Jatuh, bangkitlah. Jika jauh, pulanglah.

Sebab Allah tidak meminta kita menjadi manusia tanpa dosa. Allah menghendaki kita menjadi hamba yang selalu kembali kepada-Nya.

Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mencari jalan keluar dari persoalan hidup.

Padahal yang kita butuhkan bukan sekadar jalan keluar, tetapi jalan pulang. Pulang kepada Allah, zikir, salat, Alquran, taubat dan pulang kepada kehidupan yang lebih bermakna.

Jangan takut berjalan menuju Allah. Sebab setiap langkah menuju-Nya, sekecil apa pun, tidak pernah sia-sia.

”Ya Allah, jangan biarkan perjalanan hidup kami hanya membuat kami semakin dekat kepada dunia, tetapi jauh dari-Mu. Tuntunlah langkah kami menuju jalan-Mu. Bersihkan hati kami, ampuni dosa kami, kuatkan iman kami, dan jadikan akhir perjalanan kami sebagai perjumpaan yang indah dengan-Mu.”

Jalan Tembus Menuju Allah, bukan tentang seberapa cepat kita sampai, tetapi tentang kesetiaan kita untuk terus berjalan menuju-Nya.

 

Editor : Anggi Fridianto
renungan islami jalan menuju Allah perjalanan spiritual taubat dan iman Nasrul Syarif