JOMBANG – RSUD Jombang menggelar konsultasi publik terkait Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang digelar Kamis (10/9).
Kegiatan itu dilakukan untuk menyosialiasikan rencana pengembangan rumah sakit.
Forum tersebut melibatkan warga sekitar, pemerintah kelurahan, Polsek, Koramil, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jombang.
Serta konsultan lingkungan yang menangani penyusunan dokumen AMDAL.
’’Forum konsultasi publik tentang AMDAL ini tujuannya untuk menyosialisasikan rencana pengembangan rumah sakit,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP yang diwakili Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Jombang, Anang Sumariono.
Pengembangan fasilitas rumah sakit perlu dilakukan karena lahan yang tersedia sudah terbatas. Luas lahan RSUD Jombang sekitar 3,6 hektare.
Sementara total luasan bangunan yang ada saat ini sudah lebih dari 5 hektare. Kondisi tersebut membuat pengembangan ke depan tidak memungkinkan hanya mengandalkan perluasan lahan secara horizontal.
Baca Juga: 3 Rumah Sakit Jember Studi Banding ke RSUD Jombang, Pelajari Sistem Remunerasi
Terlebih, rumah sakit memiliki berbagai peralatan medis dengan nilai investasi tinggi yang tidak mudah dipindahkan.
Sehingga pengembangan secara vertikal dinilai menjadi pilihan paling memungkinkan agar pelayanan tetap berjalan di lokasi saat ini.
’’Mohon doanya, saat ini masih dalam tahap konsultasi publik. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, pembangunan gedung baru ditargetkan mulai dilakukan pada 2028,’’ terangnya.
Ada beberapa gedung yang akan dikembangkan guna menunjang fasilitas kesehatan. Di antaranya, gedung parkir serta ruang pelayanan.
Termasuk untuk kebutuhan rawat inap. ”Penambahan fasilitas diharapkan dapat mengurangi kepadatan pelayanan yang selama ini terjadi akibat keterbatasan kapasitas,’’ ungkapnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto