Panen Tembakau di Kudu Jombang Bikin Petani Sumringah, Harga Tertinggi Capai Rp50 Ribu

Azmy endiyana Zuhri • Dipublikasikan Kamis, 10 September 2026 | 13:45 WIB
UNTUNG: Petani di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu saat merajang tembakau.
UNTUNG: Petani di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu saat merajang tembakau.

 

JOMBANG — Musim panen tembakau tahun ini membawa berkah bagi petani di Desa Kepuhrejo, Kecamatan Kudu.

Di tengah cuaca yang tak menentu, kualitas hasil panen justru tergolong bagus.

Harga tembakau rajangan kering di pasaran bahkan menembus Rp 42 ribu per kilogram.

Kepala Desa Kepuhrejo Asiami mengungkapkan, kualitas tembakau tahun ini meningkat dibanding musim sebelumnya.

Dari satu kuintal daun tembakau basah, petani mampu menghasilkan sekitar 18–20 kilogram tembakau rajangan.

”Tanaman tembakau tahun ini lebih bagus dibanding tahun lalu.

Hasil rajangan per kuintalnya tinggi dan harganya juga naik,” kata Asiami.

Saat ini harga tembakau rajangan kering bervariasi bergantung kualitas, mulai Rp 37 ribu, Rp 40 ribu, hingga Rp 42 ribu per kilogram.

Bahkan, untuk kualitas non-gula, harganya mampu menyentuh Rp 50 ribu per kilogram.

Baca Juga: Petani Cengkeh di Wonosalam Jombang Dihantui Penyakit, Berharap Solusi Konkret Pemerintah

Sementara harga daun tembakau basah jenis rejeb bertahan di kisaran Rp 7.000 per kilogram.

Melihat tingginya nilai jual rajangan, sebagian besar petani memilih mengolah sendiri hasil panennya ketimbang menjual langsung dalam kondisi basah.

”Mayoritas petani merajang sendiri karena harganya lebih tinggi.

Saat ini sekitar 80 persen areal tanam sudah dipanen,” ujar Asiami.

Dengan tren harga yang positif, para petani berharap nilai jual tembakau tetap stabil hingga seluruh hasil panen terserap pasar demi mendongkrak pendapatan mereka.

”Harapannya harga tetap bertahan bagus agar petani makin sejahtera,” pungkasnya. (yan/naz)

Editor : Anggi Fridianto
Petani Tembakau Jombang harga tembakau Jombang tembakau Kudu panen tembakau 2026 harga tembakau terbaru