JOMBANG – Proyek rehabilitasi Bendung Jatimlerek Jombang mulai menunjukkan geliat.
Pekerja masih fokus menuntaskan pembangunan saluran pengelak. Pemasangan steel sheet pile atau turap baja untuk dinding penahan air sudah dimulai di sisi selatan Sungai Brantas.
Pantauan di lapangan, delapan alat berat masih beraktivitas di saluran pengelak. Tanggul dan lantai saluran dipasang geobag berisi material tanah dan pasir, sebagian ditutup terpal hijau.
Kepala Desa Jatimlerek, Jadi, menyebut Pemasangan steel sheet baru berjalan sekitar sepekan terakhir.
”Mulai pemasangan steel sheet yang dibuat untuk bendung. Itu dipancang,” ujarnya. Hingga kini, aktivitas masih terkonsentrasi di sisi selatan.
Jadi memperkirakan tahapan berikutnya akan bergerak ke sisi utara.
Baca Juga: Rehabilitasi Bendung Jatimlerek Jombang Terkendala Anggaran, Pemasangan Kisdam Belum Dimulai
Namun, kondisi tanggul yang sempit membuat pihaknya belum bisa memastikan apakah seluruh pekerjaan akan melewati wilayah Jatimlerek. ”Kemungkinan setelah itu lewat Jatimlerek. Entah kalau lewat sana semua.
Karena di sini sempit beda dengan di selatan,” katanya.
Meski proyek berjalan, distribusi air irigasi tetap lancar. Petani bahkan sudah panen dan bersiap musim tanam berikutnya.
”Alhamdulillah lancar, tidak ada gangguan. Sekarang persiapan tanam padi lagi,” jelas Jadi. Ketersediaan air juga aman berkat tiga intake yang berfungsi, termasuk satu bangunan sementara dari pihak proyek.
Seperti diketahui, proyek senilai Rp 268 miliar dengan skema kontrak tahun jamak (MYC) ini sempat terdampak efisiensi anggaran.
Alokasi 2026 dipangkas dari Rp 120 miliar menjadi Rp 50 miliar, sementara 2027 naik menjadi Rp 210 miliar.
Pejabat Pembuat Komitmen BBWS Brantas, Agung Purnayudha, menyebut pihaknya masih menghitung dampak pergeseran anggaran terhadap pembangunan kisdam yang ditargetkan rampung September–Oktober. BBWS kini menyusun strategi agar tahapan tetap berjalan demi menjaga target penyelesaian proyek pada 4 Desember 2027.(fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto