JOMBANG – RSUD Kabupaten Jombang menjadi jujugan studi banding terkait sistem remunerasi rumah sakit dari tiga rumah sakit daerah di Kabupaten Jember, Jumat (4/9).
RSD Balung, RSD Kalisat, dan RSD dr Soebandi.
’’Rombongan dari Jember mempelajari berbagai hal mengenai penerapan sistem remunerasi yang telah berjalan di RSUD Jombang,’’ kata Direktur RSUD Jombang, dr Pudji Umbaran MKP.
Dia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan tiga rumah sakit dari Jember yang memilih RSUD Jombang sebagai tempat untuk belajar dan berdiskusi bersama.
’’Bagi kami, ini merupakan suatu penghargaan yang luar biasa,’’ ujarnya.
Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan mencari solusi atas berbagai persoalan dalam pengelolaan remunerasi rumah sakit.
’’Studi banding ini kami harapkan dapat menjadi ruang untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan solusi, khususnya dalam pengelolaan remunerasi rumah sakit.
Mulai dari kebijakan, mekanisme penghitungan, pembagian, hingga berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaannya,’’ jelasnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi tantangan bagi RSUD Jombang untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan.
’’Kehadiran Anda semua bukan membuat kami merasa bahwa RSUD Jombang sudah menjadi yang terbaik.
Baca Juga: RSUD Jombang Bekali Pengemudi Siaga Desa Penanganan Kegawatdaruratan, Ini Poin Pentingnya
Justru ini menjadi tantangan bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan menunjukkan kinerja yang lebih baik lagi,’’ tuturnya.
Pudji berharap, hasil diskusi dan pertukaran pengalaman dalam studi banding tersebut dapat memberikan manfaat bagi seluruh rumah sakit yang terlibat.
’’Kami berharap apa yang didiskusikan hari ini dapat memberikan manfaat bagi RSUD Jombang maupun rumah sakit dari Jember yang hadir di sini,’’ tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Remunerasi RSD Kalisat, dr Koeshar Yudiarto, mengatakan, pihaknya mendapatkan banyak pencerahan dari kegiatan kaji tiru tersebut.
’’Alhamdulillah, kami mendapatkan banyak pencerahan melalui kegiatan kaji tiru mengenai sistem remunerasi di RSUD Jombang.
Tim dari RSUD Jombang memberikan berbagai arahan sekaligus gambaran mengenai penerapan sistem remunerasi yang telah berjalan,’’ katanya.
Informasi dan pengalaman yang diperoleh dari RSUD Jombang akan menjadi bahan pembelajaran sekaligus tolok ukur bagi pengembangan sistem remunerasi di rumah sakit di Kabupaten Jember.
’’Bagi kami, informasi dan pengalaman yang diperoleh dalam kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama sebagai bahan pembelajaran dan tolok ukur untuk pengembangan sistem remunerasi di rumah sakit kami ke depan,’’ ungkapnya.
Terlebih, saat ini di Kabupaten Jember tengah berlangsung proses penyusunan Peraturan Bupati (Perbup) terkait remunerasi.
’’Hasil dari studi banding ini menjadi salah satu masukan penting bagi kami dalam proses tersebut, sekaligus untuk mendukung pengembangan rumah sakit ke depan,’’ tegasnya. (ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto