Kasus Keracunan 259 Siswa di Jombang Belum Terungkap, Hasil Lab MBG Baru Keluar Pekan Depan

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 09:00 WIB
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jombang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kamis (3/9) siang
Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Jombang saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, Kamis (3/9) siang

 

JOMBANG – Pengusutan kasus dugaan keracunan massal yang menimpa 259 siswa SMPN 1 Kabuh akibat menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) masih menyisakan teka-teki.

Hingga kini, kepastian pemicu utama keracunan belum terkuak lantaran hasil pengujian laboratorium sampel makanan tak kunjung keluar.

Di sisi lain Korwil BGN Jombang memilih bungkam.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang dr Hexawan Tjahja Widada mengonfirmasi bahwa sampel makanan masih diproses di laboratorium rujukan Surabaya.

Kepastian penyebab keracunan diperkirakan baru diketahui pada pekan depan.

”Hasil lab masih belum, mungkin minggu depan. Jadi satu minggu.

Sekarang masih di balai (Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat Surabaya),” ujar Hexawan, Minggu (6/9).

Di tengah belum keluarnya hasil uji laboratorium serta ketidakpastian sanksi suspend bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Mangunan selaku pemasok makanan, pihak penanggung jawab program justru memilih menutup diri.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Jombang Prisma Aris bungkam dan sulit dihubungi, baik via telepon maupun pesan singkat.

Sikap tertutup BGN ini disayangkan mengingat kewenangan mengeksekusi sanksi pembekuan sementara atau evaluasi operasional SPPG berada sepenuhnya di tangan mereka, bukan Pemkab maupun Dinkes Jombang.

Baca Juga: Nasib SLHS SPPG Mangunan Usai Picu Warga SMPN 1 Kabuh Diduga Keracunan MBG, Ini Kata Kadinkes

”Ini masih dievaluasi. Tidak tahu nanti perkara suspend atau tidaknya itu BGN.

Bukan ranah kami, karena yang berhak menentukan itu dari BGN,” tegas Hexawan.

Sementara itu, kondisi kesehatan ratusan siswa yang sempat bertumbangan berangsur pulih.

Kepala Puskesmas Kabuh dr Sri Mustikaning memastikan seluruh korban yang dirawat inap maupun rawat jalan sudah dipulangkan per Minggu (6/9).

”Empat korban yang rawat inap tadi (kemarin) pagi sudah dipulangkan.

Jadi di puskesmas sudah tidak ada korban yang dirawat,” tutur dr Sri.

Hexawan juga menggaransi seluruh biaya penanganan medis ratusan siswa terdampak ditanggung penuh oleh pemerintah alias gratis.

”Jadi mereka dibebaskan pembiayaan. Prinsip dasarnya pembebasan biaya,” tambahnya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kabuh Jombang, Dinkes Soroti Sistem Batch Masakan SPPG  

Kasus ini bermula saat 689 porsi menu MBG dari SPPG Mangunan Kecamatan Kabuh berisi nasi, udang, tahu, dan sayur sawi dibagikan ke siswa SMPN 1 Kabuh pada Rabu (2/9) siang.

Sejumlah siswa mengaku mendapati bau tak sedap dari olahan udang sebelum akhirnya mengalami pusing, mual, hingga diare hebat.

Dinkes mendata total korban mencapai 259 orang, dengan rincian 7 siswa sempat rawat inap, 74 siswa rawat jalan, dan 175 siswa berobat mandiri. (fid/naz)

Editor : Anggi Fridianto
sppg mangunan keracunan MBG Jombang 259 siswa keracunan mbg jombang SMPN 1 Kabuh