JOMBANG – Komitmen PT Annisa Ahmada Travelindo memberangkatkan 196 jemaah umrah KBIHU muslimat NU dalam waktu tiga hari pascainsiden batal berangkat, Minggu (30/8) tak terwujud. Hingga kini sekitar 58 orang jemaah masih tertahan di Surabaya, sisanya sudah diberangkatkan ke Tanah Suci.
Pihak travel menjanjikan keberangkatan hari ini, Sabtu (5/9). Masalah baru berpotensi muncul terkait kepulangan Jemaah.
Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang Ema Umiyyatul Chusnah mengatakan, pihak travel sempat mengirimkan invoice pembayaran kepada agen ticketing pada Rabu (2/9) malam. Namun, saat bukti tiket tersebut dicek, nama-nama jemaah belum tercantum dalam manifes penerbangan.
”E-tiket itu dikirim, tapi setelah kita cek di sistem, itu kok nggak ada manifesnya,” kata Ning Ema, Kamis (3/9).
Menurut dia, pihak travel terus menjanjikan kepastian dalam waktu setengah jam.
Namun, hingga batas waktu tersebut terlewati, tiket yang sudah benar-benar issued belum juga diterima. “Dia masih ngomong setengah jam lagi, setengah jam lagi, tapi kok limit-nya sudah lebih dari setengah jam,” ujarnya.
Baca Juga: Ricuh Calon Jemaah Umrah di Jombang Tertunda Berangkat, Menhaj Ingatkan Cermat Pilih Travel Umrah
Travel kini menyebut 58 jemaah akan diberangkatkan pada Sabtu (5/9) menggunakan pesawat pagi.
Namun, Ning Ema belum menganggap jadwal tersebut sebagai kepastian sebelum tiket benar-benar issued dan nama jemaah masuk manifes.
”Dari travel-nya tanggal 5, tapi saya minta tiket issued-nya. Begitu kita cek ke sistem, kalau memang sudah ter-issued kan bisa dicek. Ternyata belum di-issued. Kalau belum di-issued, berarti belum masuk manifes,” lanjut Ning Ema.
Tak hanya 58 jemaah yang masih berada di Surabaya, persoalan juga menyangkut tiket kepulangan jemaah yang sudah lebih dulu berangkat ke Tanah Suci. Ning Ema menyebut hingga Kamis tiket kepulangan mereka juga belum tersedia. ”Kepulangannya juga belum ada,” ungkapnya.
Dia menegaskan KBIHU terus mengejar pihak travel agar seluruh hak jemaah dipenuhi, termasuk kepastian tiket pulang.
”Bagaimanapun ya harus, hak jamaah kan harus diberikan. Ya tetap kita kejar,” katanya.
Ning Ema juga menyebut persoalan tersebut kini mendapat pengawalan dari tim Kementerian Haji dan Umrah RI di tingkat pusat.
”Saya juga ini lagi dikawal sama tim pusat. Dikawal terus,” ujarnya.
Terpisah, Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) Erni Khairunnisa sebelumnya menegaskan, sebanyak 58 jemaah tersisa bakal diberangkatkan Kamis (3/9).
”Yang 58 berangkat besok tanggal 3 (September, Red),” jawabnya lewat pesan singkat ke wartawan, Rabu (2/9) sore.
Sebelumnya, persoalan keberangkatan bermula saat sekitar 196 jemaah yang dijadwalkan berangkat bersama pada Minggu (30/8) mendadak mendapat informasi hanya 40 tiket tersedia. Informasi itu disebut diterima sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan dan sempat memicu kericuhan karena jemaah menolak diberangkatkan secara terpisah.
Persoalan kemudian dimediasi di Satreskrim Polres Jombang dan Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jombang.
Hasilnya, seluruh jemaah disepakati berangkat bertahap maksimal tiga hari. Sebanyak 20 jemaah berangkat pada 31 Agustus dan 120 jemaah pada 1 September. Namun, 58 jemaah lainnya hingga kini belum berangkat. Jemaah tersebut menggunakan jasa PPIU PT Anisa Ahmada Travelindo sebagai penyelenggara perjalanan umrah. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto