Nasib SLHS SPPG Mangunan Usai Picu Warga SMPN 1 Kabuh Diduga Keracunan MBG, Ini Kata Kadinkes

Achmad RW • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 13:40 WIB
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada
Kepala Dinas Kesehatan Jombang, dr Hexawan Tjahja Widada

 

JOMBANG – Nasib Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) SPPG Mangunan, Kecamatan Kabuh, menjadi perhatian setelah 259 warga SMPN 1 Kabuh mengalami keluhan kesehatan usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jombang memastikan sertifikat tersebut akan dievaluasi kembali.

Kepala Dinkes Jombang dr. Hexawan Tjahja Widada mengatakan evaluasi dilakukan untuk memastikan seluruh standar higiene dan sanitasi di dapur SPPG Mangunan sudah dijalankan sesuai ketentuan.

“Kita lakukan evaluasi SLHS lagi. Sesuai dengan aturan protapnya atau tidak, kita perbaiki lagi,” ujar Hexawan.

Evaluasi tersebut mencakup kondisi dan proses di dapur SPPG. Dinkes sebelumnya juga telah mengambil sejumlah sampel makanan untuk pemeriksaan laboratorium.

Sampel yang diperiksa meliputi nasi, udang bumbu saus padang, sayuran, dan pepaya.

Baca Juga: Ibu Korban Dugaan Keracunan MBG di Kabuh Jombang Minta Program Dihentikan: Kami Sudah Trauma

Tak hanya makanan, petugas mengambil sampel air yang digunakan dalam proses pengolahan MBG.

 Sebab, air yang digunakan SPPG diketahui berasal dari depot isi ulang di sekitar lokasi.

Seluruh sampel tersebut dikirim ke BBLK Surabaya untuk mengetahui ada tidaknya kandungan yang berkaitan dengan keluhan kesehatan warga sekolah.

Hexawan menegaskan evaluasi SLHS tidak serta-merta berarti SPPG Mangunan dinyatakan melanggar atau menjadi penyebab dugaan keracunan.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG di Kabuh Jombang, Dinkes Soroti Sistem Batch Masakan SPPG  

Penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.

“Kalau SOP-nya diikuti, SLHS-nya juga diikuti, mestinya tidak ada masalah,” jelasnya.

Sementara terkait kemungkinan penghentian sementara operasional SPPG, Hexawan menyebut kewenangan tersebut bukan berada di Dinkes Jombang.

“Suspend itu hak sepenuhnya pihak BGN, bukan Dinas Kesehatan,” tegasnya.

Dengan demikian, Dinkes saat ini fokus pada pemeriksaan kesehatan korban, penelusuran sumber keluhan, pengujian sampel serta evaluasi aspek higiene dan sanitasi SPPG.

Baca Juga: Total Korban Dugaan Keracunan MBG di Kabuh Jadi 259 Orang, Tiga Masih Dirawat  

Keputusan mengenai ada atau tidaknya penghentian operasional menjadi kewenangan Badan Gizi Nasional (BGN).

Kasus dugaan keracunan ini bermula setelah warga SMPN 1 Kabuh menyantap MBG dari SPPG Mangunan pada Rabu (2/9) sekitar pukul 11.30 WIB.

Keluhan seperti diare, mual, muntah dan sakit perut mulai dirasakan sekitar pukul 17.00 WIB.

Data terbaru Dinkes Jombang mencatat 259 warga sekolah mengalami keluhan kesehatan.

 Dari 10 orang yang sempat menjalani rawat inap, tujuh sudah diperbolehkan pulang. Sementara tiga pasien masih dirawat karena mengalami diare dan mual.

Hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah lanjutan terhadap SPPG Mangunan, termasuk evaluasi penerapan standar higiene dan sanitasi di dapur penyedia MBG tersebut. (riz/ang)

Editor : Anggi Fridianto
sppg mangunan Jombang SHLS Dinkes Jombang SMPN 1 Kabuh