JOMBANG – Pemkab Jombang mengusulkan penambahan rambu atau penanda di gedung baru Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono, Kecamatan Jombang.
Penanda itu diperlukan untuk memperjelas fasilitas yang boleh dijangkau siswa dan area yang dilarang dimasuki.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi mengatakan, kompleks SR memiliki banyak fasilitas dan peralatan sehingga perlu dilengkapi rambu yang mudah dipahami siswa.
”Masukan kami di daerah sewaktu ada evaluasi dengan Kemensos kemarin, di sana atau gedung baru itu banyak peralatan dan sebagainya. Mana yang boleh dipegang siswa dan tidak, ini kami kasih saran untuk diberi rambu atau tulisan,” katanya.
Dia mencontohkan area pompa yang hingga kini belum dilengkapi penanda larangan. Menurutnya, rambu seperti tulisan dilarang masuk diperlukan agar siswa mengetahui area yang tidak boleh dijangkau. ”Misalnya dilarang masuk di area pompa, itu kan belum ada,” imbuhnya.
Agung menyebut kebutuhan rambu itu berkaitan dengan kondisi gedung yang masih baru dan banyaknya fasilitas di dalam kompleks.
Namun, pemasangan rambu atau tulisan itu tidak termasuk dalam kontrak pembangunan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). ”Dan itu tidak masuk dalam kontrak dengan Kementerian PU,” katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Jombang Andik Minarto menjelaskan, gedung baru itu memiliki banyak ruangan dan fasilitas penunjang pembelajaran.
Baca Juga: Lahan Sekolah Disulap Jadi Sumber Pangan, Begini Aksi Siswa SMAN 2 Jombang Lewat SIKAP
Andik menyebut, gedung untuk jenjang SMP dan SMA dilengkapi laboratorium Kimia, Fisika, Biologi, laboratorium komputer, serta perpustakaan. Selain itu, tersedia ruang UKS, ruang bimbingan konseling (BK), ruang komunal, dan ruang OSIS.
Untuk jenjang SD, fasilitas yang disiapkan meliputi ruang kesenian, ruang keterampilan, laboratorium bahasa, perpustakaan, UKS, ruang BK, dan ruang OSIS.
”Di gedung SMA dan SMP dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang pembelajaran. Di antaranya laboratorium Kimia, Fisika, Biologi, laboratorium komputer, dan perpustakaan,” ujarnya.
Dia menambahkan, kompleks SR Terintegrasi 1 Jombang secara keseluruhan memiliki sekitar 25 gedung. Selain tiga gedung sekolah, terdapat asrama siswa, asrama guru dan tenaga kependidikan, ruang makan, dapur, tempat ibadah, pos satpam, ruang genset, hingga tempat penampungan sementara (TPS) sampah.
Sementara untuk siswa SMA, tersedia dua gedung asrama yang diperuntukkan bagi putra dan putri.
Total siswa SR Terintegrasi 1 Jombang mencapai 370 orang. Rinciannya, 90 siswa SD, 140 siswa SMP, dan 140 siswa SMA.
Dari jumlah itu, 50 siswa merupakan angkatan 2025, sedangkan sisanya angkatan 2026. Untuk angkatan 2025, setiap kelas diisi 25 siswa. Sementara angkatan 2026, setiap kelas berisi 30 siswa. (fid/naz)
Editor : Anggi Fridianto