JOMBANG – Program revitalisasi sekolah di Kabupaten Jombang kembali bertambah.
Sebanyak 28 sekolah dasar negeri (SDN) mendapatkan revitalisasi pada tahap kedua di Kabupaten Jombang, menyusul delapan sekolah yang sebelumnya telah lebih dulu menerima program serupa.
Dengan tambahan 28 sekolah tersebut, total terdapat 36 sekolah dasar yang masuk dalam daftar penerima revitalisasi. Delapan sekolah yang lebih dulu mendapatkan revitalisasi yakni SDN Brambang, SDN Wangkalkepuh, SDN Sukoiber 1, SDN Mlaras, SDN Kudubanjar 2, SDN Ngudirejo 1, SDN Wonosalam 5, dan SDN Sumberjo 3.
”Betul ada tambahan 28 sekolah, sebagian sudah mulai dikerjakan,” ungkap Kasi Kelembagaan dan Sarana Prasarana SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Jombang, Ahmad Jalalludin.
Sementara 28 sekolah tambahan yang masuk dalam tahap berikutnya meliputi SDN Jombang 4, SDN Kepanjen 1, SDN Mojokambang 2, SDN Made, SDN Blimbing, SDN Pucangsimo 2, SDN Brangkal 2, SDN Pakel 2, SDN Pucangro 2, SDN Pulorejo 4, SDN Rejoagung 1, SDN Dukuhdimoro,
SDN Mojodanu 1, SDN Sugihwaras 1, SDN Mojojejer 1, SDN Jombok 2, SDN Bakalanrayung, SDN Cukir 1, SDN Bawangan, SDN Kesamben 2, SDN Sidokaton, SDN Cukir 2, SDN Kepuhkembeng 1,
SDN Kalikejambon, SDN Pulorejo 1, SDN Gambiran, SDN Kebonagung, dan SDN Tejo 3.
Baca Juga: Taat kepada Guru Jadi Kunci Sukses Belajar, Siswa SDI Tebuireng Belajar dari Kisah Nabi Musa
Jalal mengatakan pelaksanaan revitalisasi tidak dilakukan secara serentak. Pekerjaan bergantung pada proses pencairan dan masuknya anggaran ke rekening masing-masing sekolah.
”Sebagian sekolah sudah mulai mengerjakan, semuanya sudah menerima Bimtek dari kementerian,” jelasnya.
Ada 22 sekolah yang sudah mengerjakan, sementara enam sekolah lain masih menunggu pencairan dana tahap pertama. Ditanya soal berapa nilai anggaran untuk revitalisasi, Jalal mengaku belum melakukan penghimpunan secara menyeluruh.
”Setiap sekolah beda-beda, ada yang Rp 400 juta, ada yang Rp 800 juta, ada yang Rp 1 miliar juga, beda-beda menyesuaikan kebutuhan, kami belum melakukan perekapan, ini sekarang saya juga sedang dinas luar di Surabaya,” ungkapnya.
Untuk durasi pekerjaan, rata-rata pelaksanaan revitalisasi diperkirakan mencapai sekitar 150 hari.
”Untuk lama pengerjaan rata-rata 150 hari, dinas hanya bersifat koordinasi saja, semua yang menangani mulai dari keuangan pengawasan langsung dari sekolah dan pemerintah pusat,’’ ungkapnya. (wen/jif)
Editor : Anggi Fridianto