Korban Diduga Keracunan MBG di Kabuh Jombang Jadi 80 Orang, Guru Ikut Terdampak

Achmad RW • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 14:24 WIB
 Korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, terus bertambah.
Korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, terus bertambah.

 

JOMBANG — Korban dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) di SMPN 1 Kabuh, Jombang, terus bertambah.

Jika sebelumnya tercatat sekitar 70 siswa menjalani pemeriksaan, data terbaru dari pihak sekolah menyebut total warga sekolah yang terdampak mencapai 80 orang.

Jumlah tersebut terdiri atas 76 siswa dan empat guru yang mengalami keluhan setelah menyantap MBG menu udang, Rabu (2/9).

Kepala SMPN 1 Kabuh Suprihadiono mengatakan, keluhan pada siswa mulai muncul sejak Rabu sore sepulang sekolah.

Mereka mengalami sakit perut, mulas, hingga berulang kali buang air besar.

"Setelah itu, dari rumah ada yang terindikasi sakit perut, mules, terus ke belakang, sering ke belakang. Indikasinya sudah mulai sore di rumah," ujarnya, Kamis (3/9).

Baca Juga: Siswa SMPN Kabuh Cerita Diduga Keracunan MBG: Perut Sakit hingga Diare, Udang Berbau Tak Enak

Keluhan kemudian semakin banyak pada Kamis pagi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

 Sejumlah siswa berulang kali meminta izin ke toilet hingga akhirnya dibawa ke UKS.

"Yang izin ke belakang semakin lama kok semakin banyak, lalu dibawa ke UKS," katanya.

Pihak sekolah kemudian berkoordinasi dengan SPPG Mangunan dan fasilitas kesehatan. Sebanyak 61 siswa dibawa ke Puskesmas Kabuh.

Tujuh siswa lainnya mendapat penanganan di Klinik Pratama Ploso dan delapan siswa di Klinik Asy-Syifa.

"Yang di Puskesmas itu sekitar 61 anak. Di Klinik Pratama tujuh orang, di Asy-Syifa delapan orang.

 Sudah ditangani, diberi obat, sudah kembali lagi ke sekolah," jelas Suprihadiono.

Sementara itu, tujuh siswa masih menjalani rawat inap di Puskesmas Kabuh. Mereka mendapat pemantauan karena kondisinya lebih lemas dan membutuhkan penanganan medis.

Baca Juga: Gawat! Puluhan Siswa SMPN Kabuh Jombang Diduga Keracunan MBG, Diare Hingga Dilarikan ke Puskesmas

Tak hanya siswa, empat guru juga ikut terdampak.

Mereka mengalami sakit perut setelah menyantap MBG, namun tidak sampai menjalani perawatan di fasilitas kesehatan karena telah mengonsumsi obat di rumah.

"Ada guru yang sakit perut ada empat orang. Tidak sampai (dirawat), karena sudah minum obat di rumah," ungkapnya.

MBG yang dibagikan Rabu terdiri atas udang, tumis wortel dan kubis, serta tahu. Suprihadiono menyebut ada sebagian makanan yang dinilai mencurigakan.

Namun, tidak semua makanan tersebut dikonsumsi siswa maupun guru.

"Ada sebagian yang mencurigakan, cuma ada yang anak-anak tidak dimakan.

Bapak/Ibu guru juga ada yang makan tidak apa-apa. Seperti saya itu kemarin juga makan, tapi tidak apa-apa," tuturnya.

 

Sebelumnya, dokter Puskesmas Kabuh dr. Aditya Bimantara menyebut keluhan siswa dominan berupa diare, perut mulas melilit, dan nyeri lambung. Pemeriksaan sementara mengarah pada dugaan keracunan.

Dari keterangan sejumlah siswa, makanan yang paling banyak disebut memiliki rasa atau aroma kurang sedap adalah udang. Salah satunya Azura, siswi kelas IX SMPN 1 Kabuh, yang mengaku mengalami sakit perut, begah, pusing, dan mual setelah menyantap MBG.

"Baunya enggak enak banget, udangnya," kata Azura.

Aditya menyebut dugaan sementara mengarah pada menu udang, meski belum dapat memastikan makanan tersebut sebagai penyebab keluhan para siswa.

"Untuk sementara, kemungkinan mengarah pada udang," ujarnya.

SMPN 1 Kabuh menerima 683 porsi MBG setiap hari dari SPPG Mangunan. Sebanyak 639 porsi untuk siswa dan 47 porsi untuk guru serta karyawan. *(riz)*

Editor : Anggi Fridianto
siswa keracunan mbg makan bergizin gratis penyebab keracunan Jombang Pemkab Jombang SMPN 1 Kabuh