JOMBANG – Polemik batal berangkatnya 196 jemaah umrah KBIHU Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Jombang masih terus bergulir.
Hingga Rabu (2/9) sekitar 58 orang jemaah disebut masih tertahan di salah satu hotel di Surabaya, sisanya disebut sudah diberangkatkan PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) ke Tanah Suci.
Ema Umiyyatul Chusnah, Divisi Umrah KBIHU Muslimat NU Jombang mendesak pihak travel segera memberangkatkan puluhan calon jemaah yang masih tertahan di Surabaya secepatnya. Itu setelah muncul kabar pihak travel berencana memundurkan jadwal pemberangkatan pada 5 September.
”Kami maunya maksimal besok atau hari Kamis,” kata Ning Ema, sapaan akrab Ema Umiyyatul Chusnah, Rabu (2/9).
Menurut dia, pihak travel tidak memberikan penjelasan rinci mengenai kendala yang membuat keberangkatan kembali tertunda. Travel hanya menyampaikan tiket untuk para jemaah belum issued atau data perjalanan belum tersimpan di sistem.
”Mereka cuma menyampaikan tiketnya belum issued, tidak ada,” ujarnya.
Padahal, menurut Ning Ema, ketersediaan tiket penerbangan sebenarnya dapat dipantau setiap hari. Karena itu, KBIHU menilai alasan tersebut tidak cukup menjelaskan penundaan keberangkatan. ”Kalau mau dicek kan setiap hari sebenarnya ada saja tiket,” tegasnya.
Baca Juga: Kronologi 196 Jemaah Umrah di Jombang Gagal Berangkat, Tiket Ternyata Cuma 40 Seat
KBIHU juga menilai pihak travel tidak profesional karena memilih menunggu tiket promo daripada membeli tiket penerbangan reguler. ”Mereka tidak mau beli tiket baru atau tiket normal. Mereka menunggu tiket promo,” ungkapnya.
Menurut Ning Ema, keputusan tersebut justru merugikan jemaah dan KBIHU karena keberangkatan terus tertunda. Terlebih, seluruh biaya perjalanan jemaah sudah dibayarkan kepada pihak travel.
Ning Ema menegaskan KBIHU tetap memberikan batas waktu hingga Kamis (3/9). Jika kembali tidak diberangkatkan, pihaknya akan mempertimbangkan proses lanjutan karena penundaan tersebut dinilai sudah tidak sesuai dengan kesepakatan hasil mediasi sebelumnya.
Baca Juga: 196 Jemaah Umrah Jombang Gagal Berangkat, KBIHU Tuding Travel Langgar Kesepakatan
”Kalau memang besok tetap tidak berangkat, intinya tidak sesuai kesepakatan saat di Satreskrim Polres Jombang dan di Kemenhaj. Tunggu saja proses lanjutannya kalau sampai kembali mengulur waktu,” katanya.
Terpisah, Direktur PT Annisa Ahmada Travelindo (ITS Group) Erni Khairunnisa menegaskan, sebanyak 58 jemaah tersisa bakal diberangkatkan. ”Yang 58 berangkat besok tanggal 3 (September, Red),” jawabnya lewat pesan singkat ke wartawan, Rabu (2/9) sore.
Persoalan ini bermula ketika ratusan jemaah umrah KBIHU Muslimat yang dijadwalkan berangkat bersama pada Minggu (30/8) diduga mendadak mendapat informasi dari pihak travel PT Annisa Ahmada Travelindo hanya 40 tiket yang tersedia.
Baca Juga: Jalan Sehat Desa Purisemanding Jombang Banjir Hadiah, Ada 1 Paket Umrah untuk Warga
Informasi tersebut diterima KBIHU sekitar dua jam sebelum jadwal keberangkatan. Sontak hal ini menuai protes keras dari parah Jemaah yang sejak pukul 10.30 dini hari bersiap-siap di titik kumpul.
Kekecewaan para Jemaah semakin memuncak setelah koper mereka yang semula sudah di dalam bus tiba-tiba diturunkan.
Situasi sempat memanas, para Jemaah melayangkan protes keras kepada perwakilan travel. Situasi akhirnya mereda setelah pihak kepolisian dan Kementerian Haji dan Umrah turun tangan memediasi. Permasalahan disebut muncul lantaran ada miskomunikasi terkait jadwal pemberangkatan.
Hasil mediasi menyepakati, PT Annisa Ahmada Travelindo diberikan waktu maksimal tiga hari untuk memberangkatkan seluruh jemaah. Tahap pertama sebanyak 20 jemaah diberangkatkan pada 31 Agustus, disusul 120 jemaah pada 1 September. Sisanya, sebanyak 58 jemaah hingga Rabu (2/9), disebut masih berada di hotel di Surabaya karena kepastian tiket dan jadwal penerbangan mereka belum jelas. (riz/naz)
Editor : Anggi Fridianto