Jambore Anak 2026 Sukses Digelar, Upaya Sediakan Ruang Aspirasi Generasi Muda

Wenny Rosalina • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 10:45 WIB
Sebanyak 100 anak dari 33 SMA/sederajat dan SLB negeri maupun swasta mengikuti Jambore anak 2026, di Pendopo Kabupaten Jombang.
Sebanyak 100 anak dari 33 SMA/sederajat dan SLB negeri maupun swasta mengikuti Jambore anak 2026, di Pendopo Kabupaten Jombang.

 

JOMBANG - Suasana Pendopo Kabupaten Jombang pada 2–3 September 2026 dipenuhi semangat ratusan pelajar.

Mereka datang bukan sekadar berkumpul, melainkan menyuarakan aspirasi dalam Jambore Anak Jombang 2026.

Jambore ini menjadi bagian dari upaya pelembagaan partisipasi anak sekaligus pemenuhan hak anak untuk didengar dan dilibatkan dalam pembangunan daerah.

Sebanyak 100 anak dari 33 SMA/sederajat dan SLB negeri maupun swasta hadir. Mereka menjadi representasi suara generasi muda yang ingin didengar dalam pembangunan daerah.

 Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKB-PPPA) Jombang, Dr dr Ma’murotus Sa’diyah MKes, menegaskan bahwa anak adalah bagian penting dari pembangunan sekaligus calon pemimpin masa depan.

”Jambore ini bentuk pemenuhan hak anak untuk berpartisipasi,” ujar Ning Eyik, sapaan akrabnya.

Ning Eyik menerangkan, kegiatan didukung Forum Anak Jombang (FAJ), kegiatan ini dikemas interaktif. Hari pertama diisi pengenalan, briefing Aku Anak Jombang, materi dari narasumber provinsi, hingga sesi Suara Anak Jombang.

Peserta dibagi dalam klaster untuk membahas lima persoalan utama anak. ”Rumusan hasil diskusi akan diteruskan ke Musrenbang daerah dan diusulkan menjadi Suara Anak Indonesia,” imbuhnya.

Baca Juga: MGMP Bahasa Jawa Jombang Gelar Jambore Budaya Jawa 2026, Puluhan Siswa Ikut Asah Kreativitas

Tujuan jambore jelas, yakni meningkatkan kapasitas anak agar berani menyampaikan pendapat, sekaligus menumbuhkan komitmen menjadi Pelopor dan Pelapor (2P).

”Anak diharapkan mampu mengenali bentuk kekerasan, lalu berani melapor jika melihat atau mengalaminya,” tegasnya.

Wakil Bupati Jombang Salmanudin Yazid mengapresiasi kegiatan Jambore Anak Jombang 2026. ”Bagus sekali ikrar tadi, yaitu berani melapor. Kalau ada persoalan di masyarakat, tolong segera laporkan,” ujarnya.

 Ia juga mengingatkan anak-anak agar ikut menyuarakan bahaya kenakalan remaja, aktivitas gangster, dan perilaku yang merusak mental.

Wabup menyampaikan pesan Bupati Warsubi yang berhalangan hadir agar anak-anak memanfaatkan masa muda untuk belajar, berkarya, dan meraih cita-cita. Mereka juga diminta tidak menikah dini serta melanjutkan pendidikan minimal 13 tahun.

”Sekolah bukan hanya mencari ijazah, melainkan membangun pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kesiapan masa depan,” pesannya.

Hari kedua jambore semakin meriah. Anak-anak mengikuti pentas seni, belajar bahasa isyarat lewat sesi Aku Bisa!, hingga permainan interaktif seperti Catch the Ball dan Kuis Jambore. Semua dikemas untuk memperkuat jejaring antara pemerintah dan anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Jombang Agus Purnomo, ketua TP PKK Kabupaten Jombang Yuliati Nugrahani Warsubi, wakil ketua 1 TP PKK Ema Erfina Salmanudin, dan wakil ketua III TP PKK sekaligus Ketua DWP Kabupaten Jombang Lilik Zulailiyah Agus Purnomo, dan sejumlah tamu kehormatan lainnya. Kehadiran mereka menegaskan komitmen Pemkab Jombang menjadikan anak sebagai bagian dari pembangunan daerah.

Melalui jambore ini, anak-anak bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subjek yang aktif menyuarakan kebutuhan dan solusi. “Anak-anak adalah bagian dari pembangunan daerah yang berhak didengar dan dilibatkan. Mari wujudkan Jombang ramah anak,” tutup Wabup Salmanudin. (naz)

 

Editor : Achmad RW
jambore anak 2026 Bupati Jombang Jombang Pemkab Jombang