JOMBANG – Bupati Jombang Warsubi menyebut perekonomian warga meningkat selama Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, (27-31/8).
Ia pun mengapresiasi seluruh rangkaian Muktamar yang berlangsung selama beberapa hari di wilayah Kabupaten Jombang.
’’Kami mengapresiasi pelaksanaan Muktamar NU ke-35 yang berjalan dengan lancar dan tepat waktu," kata Warsubi.
Menurutnya, kelancaran Muktamar tidak hanya penting bagi NU. Tetapi juga membawa dampak positif bagi masyarakat Jombang.
Salah satunya terlihat dari meningkatnya aktivitas ekonomi sebagai dampak kehadiran ribuan peserta dan pengunjung dari berbagai daerah se-Indonesia.
’’Pelaksanaan Muktamar memberikan dampak cukup besar terhadap perekonomian Kabupaten Jombang,’’ ungkapnya.
Baca Juga: Implementasi Ajaran Ki Hajar Dewantara Neng-Ning-Nung-Nang untuk Kebangkitan Tamansiswa
Kehadiran peserta, pengurus NU, tamu undangan, hingga masyarakat dari berbagai daerah ikut menggerakkan sejumlah sektor usaha. Mulai usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), perdagangan, kuliner, transportasi hingga jasa.
’’Muktamar NU cukup berdampak besar bagi perekonomian di Kabupaten Jombang. Permintaan barang dan jasa meningkat. Pendapatan masyarakat juga meningkat,’’ kata Warsubi.
Dia berharap geliat ekonomi yang muncul selama pelaksanaan Muktamar tidak berhenti setelah kegiatan berakhir.
Momentum tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM dan sektor usaha lokal.
’’Harapan kami, dampak ekonomi ini bisa terus dirasakan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan usaha lokal,’’ ungkapnya.
Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, mencetak sejarah baru.
Baru kali ini Muktamar dibuka dan ditutup oleh presiden.
Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Sukses Digelar, Pemkab Jombang Ungkap Peran Besar Lintas OPD
Presiden Prabowo Subianto juga memuji pelaksanaan Muktamar yang mampu memperlihatkan bahwa perbedaan pandangan dan persaingan dalam organisasi dapat berlangsung dengan tetap menjaga kerukunan.
Menurut Prabowo, cara NU menjalankan Muktamar patut menjadi pembelajaran bagi masyarakat luas.
Sebab, dengan jumlah anggota yang besar serta jaringan pesantren dan ulama yang tersebar di berbagai daerah, NU tetap mampu menggelar forum organisasi secara damai.
’’Selamat atas berjalannya Muktamar dengan sukses, guyub, dan rukun,. Kita terima perbedaan, kita terima kompetisi yang sehat. Tapi saya kira NU memberi contoh kepada seluruh bangsa,’’ jelasnya.
Presiden menilai kondisi tersebut menjadi hal penting. Terlebih, Muktamar merupakan forum yang mempertemukan banyak kepentingan dan pandangan dari warga NU dari berbagai daerah.
’’Bagaimana suatu organisasi yang anggotanya puluhan juta, pesantrennya ribuan, kiainya puluhan ribu, tapi bisa melaksanakan Muktamar dengan sukses dengan damai dan rukun. Saya kira itu yang paling penting yang saya sampaikan,’’ jelasnya.
(ang/jif)
Editor : Anggi Fridianto