Masa Kepemimpinan Berakhir, Gus Yahya Akui Ada Kekurangan dan Minta Maaf di Sidang Pleno LPJ PBNU

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:50 WIB

 


LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).
LANCAR: Sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8).

 

 

JOMBANG – Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2021–2026 akhirnya diterima secara aklamasi oleh peserta Muktamar Ke-35 NU.

LPJ tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dalam sidang Pleno II Laporan Pertanggungjawaban PBNU, di Gedung Serbaguna (GSG) KH Hasbullah Ahmad Tambakberas, Jumat (28/8) sore.

Dalam penyampaian LPJ, Gus Yahya menyampaikan gambaran perjalanan kepengurusan PBNU selama lima tahun terakhir. Ia menyebut amanah yang diterima sejak 2021 telah dijalankan dengan berbagai dinamika dan keterbatasan.

”Para masyayikh, para kiai, para muktamirin yang kami hormati, lima tahun yang lalu kami menerima amanah ini. Sekarang, kami izin untuk menyampaikan penjelasan atas segala ikhtiar yang telah kami kerjakan,” ucap Gus Yahya.

Menurut dia, selama masa kepemimpinan 2021–2026, PBNU berupaya menyesuaikan langkah organisasi dengan perubahan zaman. Berbagai pilihan diambil dan sejumlah program dijalankan sesuai dengan kemampuan kepengurusan.

Baca Juga: Dua Peserta Muktamar NU ke-35 Dirawat di RSUD Jombang, Begini Kondisi Terbarunya

Namun, Gus Yahya mengakui tidak seluruh ikhtiar tersebut berjalan sempurna. Ada sejumlah capaian yang berhasil diraih, tetapi terdapat pula pekerjaan yang masih membutuhkan waktu untuk diselesaikan.

”Ada yang berhasil, ada yang belum sempurna, ada yang masih membutuhkan waktu, dan ada yang mungkin terdapat keputusan-keputusan kami yang sebetulnya kelak dinilai perlu diperbaiki,” sambungnya.

Atas berbagai kekurangan selama menjalankan amanah tersebut, Gus Yahya sekaligus menyampaikan permohonan maaf. Permintaan maaf ditujukan kepada NU, warga NU, serta seluruh pihak yang ikut menjadi bagian dari perjalanan jam’iyah selama lima tahun kepengurusan.

Setelah LPJ diterima secara aklamasi, Gus Yahya juga mengungkapkan rasa syukurnya. Bagi dia, keputusan peserta muktamar tersebut bukan hanya menyelesaikan kewajiban organisasi berupa pertanggungjawaban kepengurusan.

Baca Juga: Muktamar NU ke-35 Gerakkan Ekonomi Jombang, Bank Jombang Bantu UMKM dengan QRIS

Penerimaan LPJ, lanjutnya, juga menjadi gambaran adanya kebersamaan, kepercayaan, serta keikhlasan yang terbangun selama masa khidmah 2021–2026.

”Dari lubuk hati yang paling dalam, saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh pengurus PBNU, jajaran PW, PC, PCI, hingga para kader di akar rumput,” ungkap Gus Yahya.

Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih juga diberikan kepada para masyayikh yang selama ini memberikan keteguhan dan bimbingan kepada jajaran PBNU. Tidak hanya itu, Gus Yahya mengapresiasi seluruh pihak yang telah ikut bekerja menjaga kehormatan dan kemaslahatan jam’iyah.

”Semoga seluruh peluh dan dedikasi ini dicatat sebagai amal yang penuh keberkahan oleh Allah Subhanahu wa ta’ala,” pungkasnya. (ang)

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang Muktamar ke-35 NU LPJ PBNU 2021-2026 Gus Yahya Cholil Staquf pbnu