Gedung SMA Sekolah Rakyat Jombang Belum Kelar, Target Rampung 31 Agustus

Ainul Hafidz • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:38 WIB
BELUM BISA DITEMPATI: Siswa dan guru berada di gedung SMA yang masih ada pekerjaan finishing.
BELUM BISA DITEMPATI: Siswa dan guru berada di gedung SMA yang masih ada pekerjaan finishing.

 

JOMBANGTarget penggunaan gedung SMA dalam proyek Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 1 Jombang di Desa Tunggorono belum tercapai.

Hingga Jumat (28/8), bangunan itu masih menyisakan pekerjaan finishing dan penataan sarana prasarana sehingga belum bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar (KBM).

 

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jombang Agung Hariadi membenarkan bahwa pengerjaan fisik di area SMA memang belum klir.

Hal itu terungkap saat monitoring dan evaluasi (monev) bersama Tim Teknis Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Sekolah Rakyat Kementerian Pekerjaan Umum (PU). 

”Karena hasil monev Senin (24/8) sore masih ada pekerjaan di gedung SMA, kamar mandi finishing.

Dijanjikan Rabu (27/8) klir sehingga paling tidak Kamis (28/8) sudah ditempati KBM,” ujar Agung, Rabu (26/8).

 Baca Juga: Madrasah Jombang Belum Dapat IFP, Prabowo Janjikan 4 Layar Interaktif untuk Sekolah NU

Untuk fasilitas SMP, Agung menyebut penataan sarana telah dilakukan sejak Selasa (25/8).

”Senin sore kemarin kami mendampingi Tim Teknis PPK Sekolah Rakyat Kementerian PU ke lokasi, monitoring gedung SMP.

Sudah selesai dan klir. Mulai Selasa (25/8) sudah ditata dan sebagainya. Hari ini (kemarin) sudah mulai menempati gedung SMP,” jelasnya.

Selain gedung kelas SMP, tiga ruang makan terpisah untuk masing-masing jenjang juga telah difungsikan sejak Selasa (25/8).

Sehingga alur makan siswa SD, SMP, dan SMA kini tak lagi bercampur.

 

Tak hanya berpusat pada gedung SMA, Agung menyebut deretan pekerjaan fisik lainnya masih terus dikebut, mulai dari dua rusun guru, pemavingan keliling, hingga pembongkaran direksi keet proyek yang baru rampung separo. Area bekas direksi keet nantinya dipaving untuk parkir guru.

”Pekerjaan yang kurang tinggal rusun guru dua dan pemavingan keliling, pembongkaran direksi keet proyek selesai separo dan di sana akan dipaving untuk tempat parkir guru. Tinggal itu pekerjaannya,” beber Agung.

 Baca Juga: Jarang Disadari, Ini 3 Tanda Orang yang Dikehendaki Baik oleh Allah

Untuk dua unit rusun guru, pengerjaan yang tersisa juga berkutat pada tahap finishing. ”Kurangnya hampir sama, kamar mandi, pengecatan.

Tinggal finishing saja,” terangnya. Sementara itu, material paving untuk jalur disabilitas dilaporkan baru tiba pada Senin (24/8) dan langsung dipasang.

Tak berhenti di situ, proses commissioning serta alih fungsi fasilitas kelistrikan, internet, dan air bersama PPK, penyedia, serta Sekolah Rakyat juga masih dijadwalkan.

Termasuk pengujian proteksi kebakaran bersama BPBD.

Meski pengerjaan belum sepenuhnya tuntas di sana-sini, Agung optimistis target tenggat akhir bulan dapat dikejar.

 ”Insya Allah minggu ini sudah selesai. Saya kira 31 Agustus sudah selesai semuanya,” tegasnya.

Catatan pengerjaan proyek ini memang terbilang cukup panjang. KBM di SR Terintegrasi 1 Jombang sejatinya sudah bergulir sejak MPLS pada Kamis (30/7) dengan melokalisir area belajar di gedung SD demi keselamatan siswa.

Kontraktor sempat diberi perpanjangan waktu hingga 8 Agustus, namun gagal menuntaskannya hingga pemerintah kembali memberi perpanjangan sampai 31 Agustus.

 

BPK bahkan sempat turun melakukan audit kinerja pada Kamis (20/8). Proyek berskala besar yang dikerjakan PT Waskita Karya ini menelan anggaran mencapai Rp 1,165 triliun untuk lima daerah sekaligus: Gresik, Surabaya, Jombang, Sampang, dan Tuban.

”Kemarin kami ke sana mendampingi saja, karena ada audit kinerja dari BPK,” pungkas Agung. (ang/naz)

 

Editor : Anggi Fridianto
sekolah rakyat tunggorono SR Terintegrasi 1 Jombang gedung SMA Tunggorono proyek sekolah rakyat sekolah rakyat jombang