JOMBANG – Menjelang pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Ponpes Bahrul Ulum Tambakberas, 27–30 Agustus, dukungan dari berbagai elemen terus mengalir.
Fraksi PDIP DPRD Jombang menyatakan dukungan dan berharap pelaksanaan muktamar berjalan lancar, aman, dan melahirkan keputusan strategis untuk organisasi dan umat.
Ketua Fraksi PDIP Jombang Dodit Eko Prasetiyo, S.E. menyebut, Muktamar bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis yang mengangkat nama Jombang ke panggung nasional.
”Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab bersama. Fraksi PDIP berharap tahapan Muktamar berjalan sukses, aman, dan lancar. Kami ingin Jombang dikenang sebagai tuan rumah ramah dan profesional,” ujarnya.
Dodit menambahkan, PDIP siap memperkuat sinergi dengan NU melalui program konkret di bidang pendidikan, ekonomi, sosial, budaya, hingga penguatan pesantren.
”NU dan pesantren adalah mitra strategis kami, terbukti menjadi pilar penting membangun karakter dan kemandirian masyarakat,” tegasnya.
Dari sisi ekonomi, perhelatan Muktamar turut membawa berkah bagi warga Jombang. Sektor perhotelan, kuliner, transportasi, hingga UMKM akan merasakan dampak positif dari ribuan tamu yang hadir.
”Ini sekaligus momentum untuk mengenalkan produk-produk unggulan Jombang agar semakin dikenal luas,” bebernya.
Baca Juga: Gubernur Khofifah Cek Kesiapan 4 Sekolah di Jombang, Jadi Homebase Muktamirin Muktamar ke-35 NU
Sekretaris Fraksi PDIP Jombang Ama Siswanto, S.IP. menyampaikan harapannya agar seluruh proses Muktamar berjalan tanpa hambatan berarti.
”Kami berharap seluruh rangkaian Muktamar ke-35 di Jombang dapat berjalan sukses dari awal hingga akhir.
Semoga forum ini melahirkan keputusan-keputusan strategis yang membawa kemaslahatan luas, sekaligus membuka ruang kolaborasi nyata antara PDIP dan NU demi kemajuan bersama,” tegas Ama.
Menurutnya, kolaborasi antara PDIP dan NU juga sejalan dengan pesan yang pernah disampaikan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri terkait kedekatan historis PDIP dan NU.
”Ibu Ketua Umum pernah mengatakan, hubungan antara PDI-P dan Nahdlatul Ulama sangat dekat dan selalu berjalan beriringan. PDIP dan NU memiliki sejarah panjang dalam memperjuangkan kepentingan rakyat,” tandasnya. (yan/naz)
Editor : Anggi Fridianto