Dukung Yai Tain, Relawan KPK NU Deklarasi di Makam Mbah Wahab: Jangan Ada Politik Transaksional

Anggi Fridianto • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 06:53 WIB
Koordinator deklarasi, Solihin (tengah)
Koordinator deklarasi, Solihin (tengah)

 

JOMBANG - Sejumlah Nahdliyin menggelar deklarasi dukungan terhadap Mudir 1 Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an Tebuireng, KH Musta’in Syafi’ie Alhafiz atau yang akrab disapa Yai Tain, di kompleks makam salah satu muassis Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Hasbullah (Mbah Wahab), Tambakberas, Jombang, Rabu (26/8/2026).

 

Sebelum deklarasi, para peserta terlebih dahulu melakukan tawasul di makam Mbah Wahab sebagai bentuk penghormatan kepada salah satu pendiri NU sekaligus memohon keberkahan dan kelancaran kegiatan.

Usai tawassul, para peserta menyampaikan deklarasi dukungan terhadap Yai Tain. Mereka mengenakan kaos putih bertuliskan ’’KPK NU’’ sebagai simbol komitmen untuk mengawal moralitas dan marwah organisasi.

Koordinator deklarasi, Solihin, mengatakan, dukungan tersebut muncul sebagai respons atas somasi dari tim kuasa hukum Rais Aam PBNU, KH Miftahul Akhyar, serta laporan ke Bareskrim Polri terkait dugaan pencemaran nama baik terhadap Yai Tain.

Menurut Solihin, pernyataan Yai Tain semestinya ditempatkan sebagai kritik moral terhadap arah kepemimpinan organisasi, bukan semata-mata sebagai serangan personal.

 Baca Juga: Soroti Dugaan Money Politics Muktamar NU, Kiai Ubaid Minta Prabowo Larang Aparatur Negara Intervensi

’’Bagi kami, narasi Yai Tain adalah refleksi yang semestinya diterima sebagai pengingat oleh pengurus PBNU. Ini soal standar moral seorang Rais Aam dan soal bagaimana NU kembali kepada kesederhanaan yang diwariskan para muassis,’’ ujarnya.

Ia mempertanyakan langkah hukum yang ditempuh terhadap Yai Tain. Menurutnya, kritik yang disampaikan dalam kerangka moral dan kepentingan organisasi seharusnya tidak serta-merta dipandang sebagai pencemaran nama baik.

’’Bagaimana mungkin sebuah gerakan moral, pengingat akhlak, dan pesan untuk menjaga marwah NU justru dianggap mencemarkan nama baik?’’ katanya.

Solihin menegaskan, somasi dan proses hukum tersebut tidak membuat dukungan terhadap Yai Tain surut. Sebaliknya, ia menilai persoalan tersebut semakin menegaskan pentingnya pesan yang selama ini disampaikan Yai Tain.

’’Justru dengan dilaporkannya Yai Tain, kami semakin yakin bahwa pesan tentang pentingnya menjaga moralitas dan marwah NU harus terus disuarakan,’’ tegasnya.

Dari kompleks makam Mbah Wahab, Solihin juga menyampaikan pesan khusus kepada jajaran PWNU dan PCNU agar ikut menjaga pelaksanaan Muktamar NU. Menurutnya, forum tertinggi organisasi tersebut jangan sampai berubah menjadi arena politik transaksional yang

mencederai nilai-nilai yang diwariskan para pendiri NU.

’’Kami meminta kepada PWNU dan PCNU, tolong jaga Muktamar NU ini. Jangan jadikan Muktamar sebagai ajang politik transaksional. Malu kepada Mbah Wahab. Malu kepada para muassis yang membangun NU dengan keikhlasan, perjuangan, dan pengorbanan,’’ urainya.

 Baca Juga: Peserta Muktamar NU Dikarantina di Sukolilo, Kiai Maman: Bisa Cederai Marwah Muktamar

Ia menambahkan, kelompok yang mengatasnamakan relawan KPK NU akan melakukan pengawalan terhadap proses Muktamar. Termasuk mencermati berbagai indikasi transaksi politik maupun manuver yang dinilai dapat mencederai independensi forum.

 

’’Kami akan mengawal. Kami akan mencermati setiap indikasi politik transaksional yang muncul dan, apabila menemukan dugaan pelanggaran atau praktik yang tidak semestinya, kami akan mengumpulkan bukti dan menyampaikannya melalui mekanisme yang tersedia,’’ katanya.

Pengawalan tersebut bukan ditujukan untuk mengintimidasi pihak tertentu, melainkan memastikan Muktamar berjalan secara bermartabat, transparan, dan sesuai dengan nilai-nilai organisasi.

 

Deklarasi di makam KH Abdul Wahab Hasbullah itu sekaligus menjadi simbol bahwa kritik terhadap kepemimpinan NU tidak semestinya selalu dipandang sebagai upaya melemahkan organisasi. Kritik, kata Solihin, merupakan bagian dari tradisi amar makruf dan mekanisme moral untuk mengingatkan para pengurus agar tetap berada dalam koridor perjuangan para muassis. (ang/jif/*)

 

Editor : Anggi Fridianto
Muktamar NU Jombang Muktamar NU ke-35 KPK NU Yai Tain Politik Transaksional Muktamar NU